Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Karhutla di Kotim Meluas, BPBD Ajukan Bantuan Helikopter Water Bombing

Miftahul Ilma • Selasa, 7 Juli 2026 | 12:00 WIB
Karhula di Kotim semakin meluas.(BPBD)
Karhula di Kotim semakin meluas.(BPBD)

SAMPIT – Meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim meminta bantuan helikopter water bombing kepada Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah. 

Bantuan udara itu disiapkan sebagai langkah terakhir untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di wilayah Eka Bahurui.

Baca Juga: Asap Kebakaran Lahan Selimuti Kawasan Lingkar Utara Sampit, Karhutla Dekat Bandara Masih Berlangsung

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, dalam sepekan terakhir jumlah kejadian karhutla di wilayahnya meningkat. Meski sebagian kebakaran berhasil dipadamkan, masih ada sejumlah titik api yang sulit dijangkau sehingga membutuhkan dukungan penanganan dari udara.

“Sejak satu minggu ini Kabupaten Kotim sudah banyak kejadian karhutla. Ada yang dapat kami tangani, ada juga yang tidak dapat kami tangani,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Menurut Multazam, sejak sehari sebelumnya pihaknya telah berkomunikasi dengan Posko Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengajukan bantuan helikopter water bombing. 

Upaya tersebut dilakukan setelah berbagai langkah penanganan di lapangan dinilai belum mampu mengendalikan kebakaran di lokasi tertentu.

Baca Juga: Awal Juli 2026, Karhutla di Kotim Membakar Hampir 11 Hektare Lahan

“Sejak kemarin kami berkomunikasi dengan Posko Bencana Karhutla Provinsi Kalteng untuk dapat dibantu unit heli water bombing. Ini adalah upaya terakhir kami untuk memadamkan daerah Eka Bahurui,” katanya.

Sebelum operasi udara dilaksanakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim terlebih dahulu melakukan kaji cepat di lokasi kebakaran guna memastikan kondisi lapangan sekaligus menentukan kebutuhan penanganan.

“Pagi ini TRC akan melakukan kaji cepat di daerah Eka Bahurui,” ucapnya.

Ia menjelaskan, hingga kini pergerakan helikopter water bombing masih menunggu hasil kaji cepat di lapangan dan keputusan dari Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mengenai rencana operasi.

“Untuk pergerakan water bombing masih menunggu informasi terbaru hasil kaji cepat lapangan dan rencana operasi bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah,” jelasnya.

 

 

Multazam berharap dukungan seluruh pihak agar upaya penanganan karhutla dapat berjalan lancar dan kebakaran yang terjadi tidak semakin meluas.

“Kami mohon dukungan dan doa. Mudah-mudahan situasi ini dapat terkendali,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#eka bahurui #karhutla #water bombing #bpbd kotim