SAMPIT – Lahan gambut acap kali menjadi ancaman saban tahun ketika musim kemarau tiba. Pasalnya, tanah gambut yang kering menjadi tantangan tersendiri jika terjadi kebakaram hutan dan lahan (Karhutla).
Guna mengantisipasi masalah itu, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta perusahaan besar swasta (PBS) khususnya yang bergerak di sektor perkebunan, turut aktif membantu penanganan Karhutla apabila muncul titik api di sekitar wilayah operasional mereka.
Menurut Halikinnor, keterlibatan dunia usaha sangat penting karena penanganan pada tahap awal akan jauh lebih efektif dibandingkan ketika api telah membesar.
“Saya berharap perusahaan, terutama PBS dan pelaku usaha lainnya, dapat segera membantu masyarakat apabila melihat ada kebakaran di sekitar wilayahnya. Jangan menunggu api menjadi besar karena penanganannya akan semakin sulit,” katanya, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, karakteristik lahan gambut di Kotim membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar. Jika terlambat ditangani, kebakaran dapat memicu kabut asap yang berdampak luas.
“Kalau api sudah masuk ke lahan gambut, pemadamannya tidak mudah. Dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas belajar mengajar, transportasi, hingga roda perekonomian,” ujarnya.
Karena itu, Halikinnor mengajak seluruh elemen, baik masyarakat, pemerintah maupun perusahaan, memperkuat kerja sama dalam upaya pencegahan agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama. Lebih baik mencegah sejak awal daripada harus menghadapi dampak yang luas terhadap berbagai sektor kehidupan,” tandasnya. (*)
Editor : Agus Pramono