SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebidang lahan kosong yang dipenuhi semak belukar di Jalan Tjilik Riwut, Desa Tinduk, Kecamatan Kota Besi, terbakar pada Rabu (8/7/2026) siang.
Informasi awal diterima petugas setelah Pos Polisi Kota Besi melaporkan munculnya kepulan asap sekitar pukul 12.16 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, regu pemadam dari Pos Sektor Kecamatan Kota Besi segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Baca Juga: Asap Kebakaran Lahan Selimuti Kawasan Lingkar Utara Sampit, Karhutla Dekat Bandara Masih Berlangsung
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah menghanguskan vegetasi kering di lahan kosong. Berkat penanganan cepat, kobaran api berhasil dibatasi sehingga tidak sempat menjalar ke area yang lebih luas.
Kepala Seksi Operasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Heri Wahyudi, mengatakan proses pemadaman berlangsung kurang lebih 35 menit. Setelah api padam, petugas juga melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Begitu tiba di lokasi, tim langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak sempat menyebar ke kawasan di sekitarnya,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 70 meter persegi. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Yang menjadi perhatian, lanjut Heri, hasil laporan awal petugas mengarah pada dugaan unsur kesengajaan. Indikasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Baca Juga: Redkar Kotim Bertambah, Kini 250 Relawan Siaga Bantu Penanganan Kebakaran
Disdamkarmat Kotim kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Di tengah musim kemarau yang mulai berlangsung, vegetasi kering sangat mudah terbakar sehingga api dalam skala kecil pun dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Kami mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika api sudah membesar,” bebernya.
Operasi pemadaman melibatkan personel Damkar Pos Sektor Kota Besi dengan dukungan Pos Polisi Kota Besi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Sinergi tersebut membuat kebakaran dapat dikendalikan sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih luas.(*)
Editor : Ayu Oktaviana