Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

34 Titik Hotspot Terdeteksi di Kotim, Kota Besi Sumbang Lokasi Terbanyak

Miftahul Ilma • Kamis, 9 Juli 2026 | 19:35 WIB
Pemadaman karhutla di Kotim.(BPBD)
Pemadaman karhutla di Kotim.(BPBD)

 

SAMPIT – Jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkat. Berdasarkan rekapitulasi 24 jam terakhir yang dirilis Stasiun Meteorologi H Asan Sampit bersama BPBD Kotim, terpantau 34 titik panas dengan seluruhnya berada pada tingkat kepercayaan menengah.

Dari data yang diakses pada Kamis (9/7/2026), Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 32 hotspot yang tersebar di tiga desa.

Sebaran terbanyak berada di Desa Soren sebanyak 21 titik, disusul Desa Camba sebanyak 11 titik.

Selain itu, masing-masing satu titik panas terdeteksi di Desa Tangka Robah, Kecamatan Mentaya Hulu, Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga Hulu, serta Desa Cempaga, Kecamatan Cempaga.

Seluruh titik panas yang terpantau berada pada kategori tingkat kepercayaan menengah atau memiliki probabilitas 30–79 persen sebagai indikasi kebakaran lahan.

Meski belum dipastikan sebagai kejadian kebakaran, kemunculan hotspot menjadi indikator yang perlu segera diverifikasi di lapangan.

Di sisi lain, hasil analisis parameter cuaca BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar untuk periode 9 hingga 10 Juli 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca yang relatif kering sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dengan meningkatnya jumlah hotspot dan tingginya tingkat kerawanan kebakaran, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu api, terutama di kawasan gambut dan lahan kering.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta instansi terkait juga terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi meluasnya kebakaran apabila titik panas berkembang menjadi titik api. 

 

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, dua titik kebakaran lahan menjadi perhatian. Helikopter water bombingpun diterjunkan pada Rabu (8/7/2026). 

“Dua helikopter water bombing dari BNPB saat ini difokuskan untuk penanganan di Desa Eka Bahurui yang sudah memasuki hari kelima belum padam, kemudian di wilayah perbatasan Desa Soren dan Desa Camba di Kecamatan Kota Besi,” ujarnya.

Menurut Multazam, kondisi di Desa Soren menjadi perhatian tersendiri lantaran titik api baru muncul pada siang hari dan penyebarannya berlangsung cukup cepat sehingga membutuhkan respons secepat mungkin. (*)

Editor : Agus Pramono
#jumlah hotspot #karhutla kotim #karhutla