Karhutla di Desa Eka Bahurui Masih Jadi yang Terparah di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 18:30 WIB
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Eka Bahurui.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Eka Bahurui.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga kini masih menjadi yang paling berat ditangani. Meski pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing telah dilakukan, kobaran api dilaporkan masih terus muncul di lokasi.

Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, mengungkapkan upaya pemadaman terus dilakukan, namun karakteristik lahan membuat api sulit benar-benar dipadamkan.

Baca Juga: Karhutla di Kabupaten Kotim Bertambah Hampir 20 Hektare dalam Empat Hari

“Pemadaman, termasuk melalui water bombing dengan helikopter, sudah dilakukan, tetapi titik api masih kembali muncul,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan medan menuju lokasi menjadi salah satu hambatan terbesar. Titik kebakaran berada sekitar dua kilometer dari akses jalan yang dapat dilalui kendaraan, sehingga mobilisasi personel dan peralatan membutuhkan waktu lebih lama.

Selain itu, minimnya ketersediaan air di sekitar lokasi semakin menyulitkan proses pemadaman.

“Persoalan terbesar yang kami hadapi bukan pada peralatannya, melainkan tidak adanya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Akibatnya, proses pemadaman menjadi jauh lebih berat,” katanya.

Selain di Desa Eka Bahurui, kebakaran juga melanda kawasan Jalan Amin Kelaru dengan perkiraan luas sekitar lima hektare, serta Jalan Lembur Kuring sekitar satu hektare. 

Baca Juga: Hadew, Sudah Tahu Lagi Musim Karhutla, Alat Pemantau Kualitas Udara di Kotim Kok Rusak

Dengan demikian, total lahan yang terbakar di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan mencapai sekitar 16 hektare.

Untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran, pemerintah kecamatan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) meningkatkan patroli di sejumlah kawasan yang dinilai rawan karhutla. Langkah tersebut dilakukan agar titik api dapat ditemukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Irpansyah juga menyebut kawasan Jalan Lingkar Selatan di Kelurahan Ketapang sebagai salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena memiliki potensi tinggi terjadi karhutla selama musim kemarau.

Baca Juga: Sejumlah Aspek Bisa Ancam Penerbangan, Bandara Haji Asan Sampit Lakukan Sosialisasi

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kotim, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak sejak awal tahun. Hingga 18 Juli 2026 tercatat 32 kejadian, dengan 29 di antaranya berhasil ditangani dan total luas lahan terbakar mencapai 33,97 hektare. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
desa eka bahurui Masyarakat Peduli Api (MPA) karhutla water bombing bpbd kotim