BPBD Kotim Kaji Kenaikan Status dari Siaga Menjadi Tanggap Darurat Karhutla

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:30 WIB
Kebakaran lahan di Sampit.(BPBD)
Kebakaran lahan di Sampit.(BPBD)

SAMPIT – Meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mendorong pemerintah melakukan kajian untuk menaikkan status penanganan bencana dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. 

Evaluasi dilakukan menyusul semakin banyaknya titik api yang muncul di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: 17 Hari Berjuang, BPBD Kotim Berupaya Memutus Rambatan Api Karhutla Eka Bahurui

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengakui kondisi di lapangan saat ini telah mengarah pada sejumlah indikator yang menjadi dasar penetapan status tanggap darurat.

“Kalau menurut perhitungan saya, kondisinya sebenarnya sudah memenuhi,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran tidak lagi terjadi secara sporadis. Api telah muncul di lebih dari tiga kecamatan, bahkan dalam sehari tim gabungan harus membagi personel untuk menangani lima hingga enam lokasi kebakaran secara bersamaan.

Meski demikian, Multazam menegaskan perubahan status tidak dapat diputuskan oleh BPBD sendiri. Penetapannya harus melalui pembahasan bersama berbagai instansi dengan mempertimbangkan data dan parameter yang telah ditentukan.

“Penetapan status itu merupakan keputusan bersama. Kami hanya menyampaikan data di lapangan, kemudian seluruh indikator dan masukan dari instansi terkait menjadi bahan pertimbangan sebelum diputuskan,” katanya.

Baca Juga: Karhutla di Kabupaten Kotim Bertambah Hampir 20 Hektare dalam Empat Hari

Menurutnya, apabila nantinya status dinaikkan menjadi tanggap darurat, mekanisme penanganan bencana juga akan berubah. Seluruh upaya pengendalian akan berada di bawah komando pimpinan daerah sehingga koordinasi lintas sektor dapat dilakukan lebih cepat.

Sembari menunggu hasil evaluasi, BPBD Kotim bersama tim gabungan tetap memusatkan perhatian pada upaya menahan laju penyebaran api agar tidak meluas ke kawasan lain.

“Kami terus berusaha menjaga agar kebakaran tidak berkembang lebih besar meskipun kondisi di lapangan masih naik turun,” ucapnya.

Multazam menambahkan, perkembangan situasi dalam satu hingga dua pekan mendatang akan menjadi penentu arah kebijakan. Apabila tren kebakaran terus meningkat, peluang pemberlakuan status tanggap darurat akan semakin besar.

Baca Juga: Asap Karhutla Belum Ganggu Penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit

“Dari sisi kesiapan kami tidak ada persoalan. Personel dan peralatan sudah siap, tinggal menunggu hasil penyajian data serta pembahasan bersama sebagai dasar pengambilan keputusan,” tutupnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
penanganan bencana kebakaran karhutla bpbd kotim