Alat Rusak, DLH Kotim Terpaksa Gunakan Data Kualitas Udara Katingan

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 20:13 WIB
Kabut asap mengancam Kalteng.(ilustrasi)
Kabut asap mengancam Kotim. Alat dat kualitas udara rusak.(ilustrasi)

 SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk sementara belum dapat menyajikan data kualitas udara yang bersumber dari wilayahnya sendiri. 

Penyebabnya, Alat Rusak, DLH Kotim Terpaksa Gunakan Data Kualitas Udara Katingansehingga belum bisa digunakan untuk memantau kondisi udara secara langsung.

Sebagai langkah sementara, DLH memanfaatkan data pemantauan kualitas udara dari Kabupaten Katingan dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai acuan, terlebih di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala DLH Kotim, Marjuki, mengatakan penggunaan data dari daerah tetangga hanya bersifat referensi dan tidak mencerminkan kondisi udara di Kotim secara akurat.

Baca Juga: Hadew, Sudah Tahu Lagi Musim Karhutla, Alat Pemantau Kualitas Udara di Kotim Kok Rusak

“Untuk sementara kami menggunakan data referensi dari wilayah sekitar sebagai gambaran kondisi kualitas udara. Data tersebut bukan hasil pengukuran langsung di Kotim karena AQMS masih mengalami gangguan teknis,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data dari Kabupaten Katingan dan ISPU KLHK, kualitas udara di wilayah tersebut masih berada pada kategori sedang. Meski demikian, hasil tersebut tidak bisa dijadikan patokan kondisi udara di Kotim karena berasal dari titik pemantauan yang berbeda.

Marjuki menambahkan, pihaknya terus berupaya memperbaiki sistem AQMS agar dapat kembali beroperasi normal. Setelah alat tersebut berfungsi, masyarakat akan kembali memperoleh informasi kualitas udara berdasarkan hasil pengukuran langsung di Kotim.

“Informasi terbaru mengenai kondisi kualitas udara akan kembali disampaikan melalui kanal resmi DLH Kotim, setelah sistem AQMS selesai diperbaiki dan dapat beroperasi normal,” katanya.

Di tengah musim kemarau, DLH juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga kualitas udara dengan tidak membuka lahan menggunakan api maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu pencemaran. Warga juga disarankan mengenakan masker apabila kondisi udara mulai dipengaruhi asap karhutla.

“Menjaga kualitas udara merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan ikut menjaga lingkungan agar tetap sehat,” tutup Marjuki.

DLH turut mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan akibat paparan asap maupun debu. (*)

Editor : Agus Pramono
kualitas udara kabut asap DLH Kotim karhutla