SAMPIT- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengamuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sepanjang Jumat (24/7/2026), petugas pemadam kebakaran berjibaku menangani sedikitnya empat kejadian kebakaran di wilayah Telawang, Teluk Sampit, dan Mentaya Hilir Selatan.
Dari laporan yang dirangkum pada Sabtu (25/7/2026), kebakaran terbesar terjadi di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Kobaran api melahap sekitar lima hektare lahan kosong sehingga petugas harus melakukan pemadaman selama hampir tiga jam.
Baca Juga: Pemkab Kotim Mulai Distribusikan Air Bersih ke Empat Desa
Berdasarkan laporan Pos Sektor Samuda, informasi kebakaran diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 29 kilometer. Proses pemadaman dimulai lima menit kemudian dan baru dinyatakan selesai pada pukul 14.54 WIB.
Lahan yang terbakar didominasi semak belukar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu unsur arson atau kesengajaan. Dalam penanganan tersebut, petugas dibantu personel Polsek Jaya Karya Samuda, tim PT SIMON, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta KPHP.
Tak lama berselang, kebakaran kembali terjadi di Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Api dilaporkan muncul di lahan kosong yang berada di tepi jalan dekat SMA Basirih Hilir sekitar pukul 17.11 WIB.
Petugas Pos Sektor Samuda kembali diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api yang membakar lahan berukuran sekitar 10 x 20 meter. Dugaan penyebab kebakaran juga mengarah pada unsur kesengajaan. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 18.30 WIB dengan dukungan Polsek Jaya Karya Samuda dan Relawan Kebakaran (Redkar).
Baca Juga: BPBD Kotim Kaji Kenaikan Status dari Siaga Menjadi Tanggap Darurat Karhutla
Sementara itu, Pos Sektor Telawang juga dua kali melakukan operasi pemadaman di lokasi yang sama, yakni Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 89, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang.
Kebakaran pertama merupakan lanjutan dari kejadian Kamis (23/7/2026) malam. Saat itu, api membakar lahan kosong sekaligus merambat ke dinding dan atap sebuah bangunan kosong dengan luas sekitar 10 x 20 meter. Berkat respons cepat petugas bersama personel Polsek Telawang, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum meluas.
Namun, pada Jumat pagi sekitar pukul 09.35 WIB, api kembali muncul di kawasan tersebut. Kali ini kebakaran melanda lahan kosong seluas sekitar 50 x 70 meter.
Personel Damkar Sektor Telawang bersama Polsek Telawang serta pihak Kecamatan Telawang kembali melakukan pemadaman hingga situasi dinyatakan aman sekitar pukul 10.46 WIB.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam rangkaian kebakaran tersebut. Meski demikian, seluruh laporan menyebut dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada arson atau unsur kesengajaan.
Baca Juga: 17 Hari Berjuang, BPBD Kotim Berupaya Memutus Rambatan Api Karhutla Eka Bahurui
Petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan mengingat kondisi cuaca kering membuat api mudah menyebar dan memicu kebakaran yang lebih luas. (*)
Editor : Ayu Oktaviana