SAMPIT – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap infrastruktur milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Sedikitnya sekitar 30 kontaktor pada sistem penerangan jalan umum (PJU) dilaporkan mengalami kerusakan.
Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan, gangguan kelistrikan paling banyak memengaruhi perangkat pengatur waktu (timer) dan kontaktor yang mengendalikan PJU maupun lampu lalu lintas.
Baca Juga: Kabut Asap Tercium Menyengat Palangka Raya, Hotspot Juli 2026 Melonjak hingga 1.848 Titik
“Jadi untuk pemadaman listrik ini sangat berpengaruh sekali terhadap PJU maupun traffic light kami, karena banyak yang masih menggunakan timer. Saat listrik padam berjam-jam, teknisi harus menyetting ulang seluruh pengatur waktunya,” katanya, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, proses penyetelan sebenarnya tidak memerlukan waktu lama. Namun pekerjaan tersebut hanya bisa dilakukan oleh teknisi yang memiliki keahlian khusus, sementara jumlah personel yang dimiliki Dishub masih terbatas.
Akibatnya, masyarakat masih bisa menemukan lampu jalan yang menyala pada siang hari atau justru belum menyala saat malam hari karena proses penyesuaian belum selesai dilakukan.
Selain penyetelan ulang timer, Raihansyah mengungkapkan pemadaman listrik yang terjadi secara berulang dengan pola hidup-mati dalam waktu singkat lebih berbahaya dibanding padam dalam waktu lama.
“Kalau mati hidup, mati hidup, itu yang paling berpengaruh terhadap komponen elektroniknya. Sampai hari ini kami sudah mengganti sekitar 30 kontaktor akibat kondisi tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan kerusakan tersebut belum menambah kebutuhan anggaran pemeliharaan karena masih ditangani menggunakan anggaran yang tersedia.
“Kalau sampai sekarang biaya pemeliharaan tidak ada penambahan. Yang paling banyak rusak justru kontaktornya akibat listrik hidup-mati berulang,” pungkas Raihansyah.(*)
Editor : Agus Pramono