Pra-MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim Dimulai, Targetkan Tak Ada Lagi Anak Kotim Putus Sekolah karena Miskin

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 12:44 WIB
Bupati Halikinnor hadiri Pra MPLS  Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Bupati Halikinnor hadiri Pra MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT – Ratusan calon peserta didik bersama orang tua mulai mengenal lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur (Kotim) pada Kamis (30/7/2026)  

Melalui kegiatan Open House dan Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS) para siswa memulai langkah awal pelaksanaan program pendidikan gratis yang diharapkan mampu menghapus angka putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 hingga 5 atau masyarakat miskin. Melalui program itu, seluruh kebutuhan pendidikan siswa ditanggung oleh negara.

“Negara hadir agar tidak ada lagi anak-anak kita yang karena keterbatasan ekonomi tidak bisa sekolah. Anak-anak yang punya potensi dan talenta tetap bisa berkembang dan menggapai cita-citanya melalui Sekolah Rakyat ini,” katanya usai menghadiri kegiatan itu. 

Baca Juga: IPM Palangka Raya Tembus 82,98, Wali Kota Fairid Pastikan Program Sekolah Rakyat Gratis untuk Warga

Menurutnya, kegiatan Pra-MPLS tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada orang tua melihat langsung fasilitas yang akan digunakan anak-anak mereka selama menempuh pendidikan.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut masyarakat semakin yakin menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat karena seluruh kebutuhan telah disiapkan pemerintah.

“Orang tua bisa melihat langsung bahwa anak-anak mereka benar-benar dibantu, dibiayai, dibina, dan dididik di sini. Saya yakin setelah ini peminatnya akan semakin banyak,” ujarnya.

Halikinnor menjelaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang belajar. Seluruh siswa akan tinggal di asrama dengan fasilitas lengkap, mulai dari makan tiga kali sehari, dua kali makanan ringan, hingga perangkat belajar berupa satu unit laptop untuk setiap siswa.

“Semuanya ditanggung negara. Makan, tidur, tinggal di sini, bahkan satu anak satu laptop. Orang tuanya juga diberikan stimulan untuk usaha. Program ini bukan hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi upaya pengentasan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Kalteng Siapkan Sekolah Rakyat yang Bisa Menampung 3.000 Siswa

Sekolah Rakyat di Kotim sendiri sebetulnya telah berjalan sejak satu tahun lalu. Sebelum gedung baru yang beralamat di Jalan Wengga Metropolitan itu dibangun, proses belajar masih memanfaatkan gedung Islamic Center sebagai lokasi sementara. 

Namun setelah pembangunan sekolah permanen selesai, seluruh jenjang pendidikan akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat. 

Halikinnor menegaskan, harapan terbesar dari hadirnya Sekolah Rakyat adalah menghapus angka putus sekolah akibat faktor ekonomi di Kotim.

“Harapan kita tidak ada lagi anak putus sekolah karena alasan ekonomi. Tidak boleh ada mimpi yang terhenti karena keadaan. Setiap anak memiliki potensi dan tugas kita bersama adalah membuka jalan agar potensi itu tumbuh dan berkembang,” imbuhnya.(*)

Editor : Agus Pramono
sekilah rakyat kotim mpls sekolah rakyat Bupati Halikinnor Sekolah Rakyat