Kota Sampit Diselimuti Asap Tebal, Kualitas Udara Tak Sehat

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 06:53 WIB
Kabut asap tebal di Sampit Rabu 5 Agustus 2026.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Kabut asap tebal di Sampit Rabu 5 Agustus 2026.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai diselimuti asap tebal, Rabu (5/8/2026) pagi. Asap tersebut merupakan imbas dari maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hampir setiap hari terjadi selama sekitar satu bulan terakhir.

Asap mulai menyelimuti kota berjuluk Bumi Habaring Hurung itu sejak malam hari dan disertai bau asap yang cukup menyengat.

Melansir website The Weather Channel, kualitas udara di Sampit menunjukkan angka 167 dengan kategori tidak sehat. Kondisi ini membuat warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

“Kabut asapnya tebal. Dada jadi sesak,” ujar Beben, warga Sampit.

Baca Juga: Jam Masuk Sekolah di Kotim Bisa Diubah Jika Kabut Asap Karhutla Memburuk

Karhutla di Kotim memang sedang mengamuk. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Selasa (4/8/2026) kemarin, terdapat sedikitnya delapan lokasi kebakaran yang ditangani.

Titik-titik tersebut tersebar di Jalan Graha Pramuka Jalur 1, Jalan Sangga Buana–Sekar Arum–Tidar 3 di belakang Dwi Jaya, Jalan MT Haryono Barat, Jalan Pelita Barat, Jalan Bumi Raya 1, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 7, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 23, hingga Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 5 di belakang SMAN 4.

Kondisi cuaca yang panas, minimnya sumber air, serta karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Di sejumlah lokasi, api bahkan kembali muncul meski sebelumnya sempat berhasil dipadamkan karena bara masih tersimpan di bawah permukaan gambut.

Data BPBD Kotim juga mencatat, total luas lahan yang terbakar hingga 3 Agustus 2026 telah mencapai sekitar 321 hektare. Angka tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah apabila kebakaran baru terus bermunculan selama musim kemarau.

Baca Juga: Karhutla Mulai Bermunculan di Kalteng, DPRD Ingatkan Ancaman Kabut Asap, Minta Kolaborasi dan Pencegahan Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Kotim bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan, perusahaan, dan masyarakat terus melakukan upaya pemadaman serta patroli di wilayah rawan kebakaran.

Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas. (*)

Editor : Agus Pramono
kulitas udara sampit kabut asap sampit kabut asap karhutla