SAMPIT – RSUD dr Murjani Sampit imbau masyarakat untuk meningkatkan kewapadaan terhadap gangguan kesehatan insepeksi saluran perpasan akut (ISPA). Apalagi, saat musim kemarau ditambah asa akibat kebakaran hutan dan lahan.
Selam enam bulan, Januari – Juni 2026, RSUD dr Murjani Sampit mencatat 453 kasus ISPA. Menurut Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, cuaca panas, udara kering, debu, hingga paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan.
Baca Juga: Wilayah Pesisir Kotim Rawan Diare di Musim Kemarau Panjang, Dinas Kesehatan Beberkan Penyebabnya
Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala awal seperti batuk, pilek, maupun sesak napas. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
“Saat musim kemarau masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatannya. Jika mulai muncul gejala ISPA ataupun diare, terutama pada anak-anak, jangan menunggu sampai kondisinya memburuk. Penanganan lebih awal akan memberikan hasil yang lebih baik,” ujar Yulia, Rabu (5/8).
Ia juga mengingatkan warga untuk memperkuat pola hidup bersih dan sehat, mencukupi kebutuhan air putih serta menggunakan masker ketika kualitas udara menurun akibat debu atau asap.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra, merinci dari 453 pasien ISPA tersebut, sebanyak 325 pasien ditangani melalui rawat jalan, sedangkan 128 pasien harus menjalani rawat inap.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan mayoritas kasus masih dapat ditangani tanpa membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Dinkes Kotawaringin Timur Ingatkan Bahaya ISPA dan Diare Saat Musim Kemarau
“Kalau dilihat dari enam bulan terakhir, jumlah kasusnya memang masih berfluktuasi, tetapi belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pasien rawat jalan tetap mendominasi dibandingkan yang harus dirawat,” jelasnya.
Pada Juni 2026, tercatat 46 pasien ISPA menjalani rawat inap, turun dari 63 pasien pada Mei. Namun, pasien rawat jalan justru meningkat dari 39 menjadi 53 orang.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Menghambat Distribusi Air Bersih ke Wilayah Selatan Kotim
RSUD dr Murjani mengingatkan masyarakat tetap waspada meski belum terjadi lonjakan kasus. Anak-anak, lansia, serta warga dengan penyakit penyerta dinilai menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih selama kondisi cuaca kering.
"Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila keluhan pernapasan tidak kunjung membaik. Langkah tersebut penting agar penyakit dapat ditangani lebih cepat sekaligus menekan risiko komplikasi," imbaunya.(bah)
Editor : Ayu Oktaviana