Wabup Kotim Irawati Merasakan Langsung Beratnya Padamkan Karhutla, Kaki Sampai Terperosok di Gambut

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Wabup Kotim Irawati turut memadamkan karhutla.(Screenshoot)
Wabup Kotim Irawati turut memadamkan karhutla.(Screenshoot)

SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati tidak hanya memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari balik meja. 

Saat turun langsung ke lokasi, ia ikut merasakan beratnya kondisi yang dihadapi petugas, termasuk ketika kakinya terperosok ke lahan gambut yang masih panas.

Baca Juga: Titik Api Baru Berpotensi Meluas, Setelah Tumbang Nusa, Kini Muncul di Kahayan Tengah

Irawati mengatakan, dirinya turun ke lapangan atas penugasan Bupati Kotim untuk melihat langsung kondisi Satgas Karhutla sekaligus memberikan semangat kepada petugas yang berjibaku memadamkan api.

“Saya melihat sendiri bagaimana mereka bekerja penuh semangat, tetapi tidak melihat bagaimana keselamatan mereka sendiri. Jadi saya juga mengingatkan, kita bekerja tetapi juga perhatikan keselamatan diri sendiri, karena kita punya keluarga di rumah yang menunggu kita,” ujarnya, Senin (10/8/2026). 

Menurutnya, kondisi di lokasi kebakaran cukup berat karena selain dipenuhi asap, sebagian areal merupakan lahan gambut. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung risiko yang dihadapi petugas ketika berada di titik kebakaran.

“Saya sendiri kemarin ikut merasakan bagaimana memadamkan api. Di bawah kaki panas sekali. Kaki masuk terperosok hampir separuh kaki. Karena itu perlu kehati-hatian,” ujarnya.

Baca Juga: Kabut Asap Menyengat, Ini Empat Langkah Sederhana untuk Lindungi Kesehatan

Selain memastikan penanganan kebakaran berjalan, Irawati juga mengecek kebutuhan personel di lapangan. Ia menilai asupan makanan dan minuman menjadi bagian penting karena petugas bekerja dengan sistem pergantian atau shift.

Ia bahkan berinisiatif membawa minuman manis untuk petugas setelah melihat tenaga mereka terkuras akibat bekerja dalam kondisi panas dan penuh asap.

“Saya lihat mereka membutuhkan minuman untuk menyokong tenaga mereka, yaitu yang manis-manis. Akhirnya saya inisiatif sendiri mengantarkan minuman-minuman manis karena tenaga mereka terkuras,” tuturnya.

Baca Juga: Kabut Asap Mulai Ganggu Jarak Pandang, Satlantas Kotim Minta Pengendara Kurangi Kecepatan

Irawati menegaskan petugas tidak boleh memaksakan diri ketika kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan. Menurutnya, keselamatan personel harus menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla.

“Kalau tenaga atau tubuhnya sudah tidak kuat lagi dengan keadaan yang dirasakan, silakan mundur, jangan dipaksakan. Tidak mudah bekerja di lapangan menghadapi asap maupun gambut yang terbakar di bawah kaki,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
irawati karhutla lahan gambut