Karhutla di Kotim Dekat Pemukiman, Diduga untuk Perluasan Lahan Kebun

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Karhutla di Kotim.(BPBD)
Karhutla di Kotim.(BPBD)

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menduga adanya praktik pembakaran lahan untuk membuka atau memperluas kebun di tengah tingginya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aktivitas tersebut dinilai berisiko memicu kobaran api meluas hingga mendekati kawasan permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, kondisi itu menjadi semakin berbahaya karena kecepatan angin dapat membuat api yang awalnya kecil berkembang dan merembet ke area di sekitarnya.

Baca Juga: 18 Lokasi Karhutla di Kotim Kini Dipasangi Police Line, Penyelidikan Dimulai

“Itu perluasan. Ya, mereka ingin buka kebun, mereka lupa bahwa kecepatan angin, dampaknya sangat luar biasa pada perluasan,” katanya, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, ancaman tersebut kini bukan lagi sebatas kebakaran di kawasan jauh dari permukiman. Sejumlah titik api justru telah berada sangat dekat dengan perumahan warga. Di antaranya kawasan Pandawa, Bumi Raya, Water Hugo, Adikarya, hingga sekitar Jalan Tjilik Riwut kilometer 7 dan 8.

“Rata-rata fire aktif sekarang itu sudah mendekati kompleks-kompleks perumahan, dan berada di sebelah-sebelah perumahan sekarang. Seperti di Pandawa itu sudah dekat sekali,” ujarnya.

Multazam mengingatkan, pembakaran dalam skala kecil sekalipun dapat berubah menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan ketika dilakukan dalam kondisi cuaca kering dan angin yang mendukung. 

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu api.

Baca Juga: Petugas yang Memadamkan Karhutla di Kotim Mulai Alami Sesak Napas

BPBD juga mencermati dugaan adanya perilaku sengaja membakar lahan dalam skala kecil dengan harapan petugas pemadam datang. Namun, Multazam menegaskan hal tersebut masih sebatas indikasi yang perlu diperhatikan bersama.

“Disinyalir ada perilaku-perilaku yang kemudian sengaja membakar, kemudian senang kalau kemudian Damkar datang. Dia ingin melihat unit pemadam datang, tetapi lupa, bakaran kecil kemudian menjadi membesar,” ungkapnya.

Di sisi lain, BPBD kini tengah mengevaluasi pola penanganan karhutla setelah Kabupaten Kotim memasuki status tanggap darurat. Salah satu strategi yang akan diperkuat adalah pemadaman pada waktu subuh ketika kondisi angin cenderung lebih rendah.

“Kita akan melakukan pemadaman subuh. Kenapa harus subuh? Karena di jam subuh itu kecepatan angin rendah, sehingga kita bisa padamkan total,” jelasnya

Baca Juga: Tahukan Anda? Water Bombing Karhutla Habiskan Anggaran Lebih dari Rp100 Juta per Jam

Strategi tersebut dinilai penting karena penanganan karhutla tidak hanya menyangkut pemadaman api permukaan. Tim juga harus memastikan bara di lahan gambut benar-benar terkendali agar tidak kembali menyala. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
karhutla lahan gambut bpbd kotim