17 Titik Karhutla Sambangi Kotim di Hari Kemerdekaan, BPBD Akui Tak Semua Bisa Ditangani

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Karhutla di Kotim saat momen hari kemerdekaan.(BPBD)
Karhutla di Kotim saat momen hari kemerdekaan.(BPBD)

SAMPIT – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diwarnai perjuangan petugas menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Sepanjang Senin (17/8/2026), 17 titik karhutla ditangani tim Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan, namun sebagian lokasi masih berasap dan berpotensi kembali terbakar.

Baca Juga: Sentilan Veteran Asal Kotim, Kadar Usman: Dahulu Musuhnya Nyata, Sekarang Musuh dalam Selimut

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan, keterbatasan kemampuan penanganan membuat petugas tidak dapat menuntaskan seluruh titik kebakaran yang dilaporkan. Operasi dilakukan sejak pukul 08.00 hingga 23.59 WIB.

.

“Kami atas nama Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan, mohon maaf yang sebesar-besarnya tidak dapat menangani semua kejadian yang terlapor kepada kami pada tanggal 17 Agustus 2026,” ujarnya, Selasa (18/8/2026). 

Dari 17 titik yang didatangi, kondisi terakhir di lapangan cukup beragam. Ada lokasi yang berhasil dipadamkan, tetapi sebagian lainnya hanya dapat dibuat sekat basah untuk menahan perluasan api, sementara beberapa titik masih mengeluarkan asap karena karakter lahan yang terbakar.

Baca Juga: Curhat Pedagang Kaki Lima Memaknai Kemerdekaan di Tengah Lesunya Ekonomi

“Ada sebanyak 17 titik yang dapat kami datangi sejak operasi 08.00-23.59 WIB. Kondisi akhir yang dapat ditangani hanya sekat basah (menahan perluasan), padam sebagian, kondisi berasap (gambut tebal),” katanya.

Wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi salah satu kawasan dengan penanganan paling banyak. Sejumlah titik tersebar di Jalan Kaca Piring, Jalan Mohammad Hatta, Lingkar Selatan, Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan permukiman.

Di Jalan Kaca Piring, misalnya, salah satu lokasi memiliki luas terbakar sekitar 1,5 hektare dan hingga malam masih ditemukan api aktif serta asap. Titik lainnya dengan luas terbakar sekitar enam hektare juga masih dalam proses penanganan dan mengeluarkan asap.

Baca Juga: Sentilan Veteran Asal Kotim, Kadar Usman: Dahulu Musuhnya Nyata, Sekarang Musuh dalam Selimut

Sementara di sejumlah lokasi lain, petugas berhasil memadamkan api meski masih menemukan asap dan potensi api kembali menyala. Salah satunya di kawasan Perumahan Metro Raya Residence yang memiliki dua titik dengan luas masing-masing sekitar 0,5 hektare.

Kondisi serupa ditemukan di Kecamatan Pasir Putih. Di sekitar Perumahan Bina Karya Permai, lahan sekitar 0,6 hektare telah dipadamkan, tetapi masih berasap dan berpotensi terbakar kembali akibat angin kencang.
.
Baca Juga: Curhat Pedagang Kaki Lima Memaknai Kemerdekaan di Tengah Lesunya Ekonomi
Petugas juga menangani karhutla di kawasan wisata Danau Biru. Di lokasi tersebut, api berhasil dipadamkan sebagian, tetapi bagian tengah lahan masih ditemukan api aktif.

Sementara itu, di Kelurahan Baamang Hulu, penanganan berlangsung hingga malam. Tim melakukan pembuatan sekat bakar di Jalan Sagonta sejak pukul 18.00 hingga 22.28 WIB. Hingga laporan dibuat, sebagian titik masih belum padam dan proses pemadaman masih berlangsung.

Meski menghadapi banyak titik kebakaran, sejumlah lokasi berhasil dinyatakan padam. Di antaranya titik di Kecamatan Baamang serta beberapa lokasi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Besarnya sebaran titik yang harus ditangani membuat petugas harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Laporan BPBD menunjukkan operasi melibatkan regu dengan jumlah personel mulai enam hingga 12 orang di sejumlah titik.

Multazam menyampaikan apresiasi kepada para relawan, masyarakat dan berbagai pihak yang turut membantu penanganan karhutla di Kotim.

Baca Juga: Bupati Kotim Halikinnor: Isi Kemerdekaan Bukan Lagi Angkat Senjata, tapi Kerja Nyata

.

“Terima kasih para relawan, masyarakat, berbagai pihak yang telah membantu Kabupaten Kotawaringin Timur dalam keadaan terjaga,” ujarnya.

BPBD mengingatkan bahwa penanganan tidak selalu berarti api langsung padam. Pada sejumlah lahan gambut, petugas harus melakukan pendinginan dan membuat sekat untuk mencegah api menjalar, terutama ketika masih terdapat asap tebal. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
karhutla lahan gambut pemadaman bpbd kotim