Relawan Karhutla Kotim Sesak Napas Usai Berjibaku Padamkan Api di Sejumlah Titik

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:35 WIB
Pemadam di Sampit terkapar.(BPBD)
Pemadam di Sampit terkapar.(BPBD)

SAMPIT – Perjuangan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak hanya menguras tenaga, tetapi juga mulai berdampak pada kondisi relawan di lapangan.

Seorang anggota relawan MPA Masjid Jami, Rizky Mubarrak, harus mendapat penanganan di IGD RSUD dr Murjani Sampit pada Rabu (19/8/2026) malam. Ia mengalami sesak napas setelah terlibat dalam penanganan kebakaran di sejumlah lokasi.

Baca Juga: Menhut Temui Superman, Titipkan Salam dari Presiden dan Dukung Wujudkan Cita-Cita Jadi Polisi Hutan

Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut Rizky telah kembali ke rumah setelah mendapat perawatan dan kondisinya membaik.

“Rizky memang bagian dari relawan MPA Masjid Jami. Setelah mendapat penanganan di rumah sakit, kondisinya membaik dan malam itu juga sudah diperbolehkan pulang,” kata Irpansyah saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Rizky bersama relawan lainnya menjalankan pemadaman di beberapa lokasi yang dilanda karhutla. Aktivitas tersebut membuat tubuhnya terkuras, ditambah kondisi udara di sekitar titik kebakaran yang dipenuhi asap.

“Dia kemungkinan mengalami penurunan kondisi karena cukup lama berada di lokasi dengan asap yang pekat, ditambah aktivitas pemadaman yang menguras tenaga,” ujar Irpansyah.

Baca Juga: Personel Kewalahan Padamkan Karhutla, Bupati Kotim: Warga Jangan Jadi Penonton

Dalam penanganan hari itu, Rizky dan tim terlebih dahulu menuju kawasan Semekto, Kecamatan Baamang. Setelah pekerjaan di lokasi tersebut, mereka kembali bergerak untuk menangani kebakaran di Jalan Kaca Piring Barat.

“Pada hari itu ada beberapa lokasi yang mereka datangi. Setelah dari wilayah Semekto, mereka melanjutkan penanganan ke kawasan Jalan Kaca Piring Barat,” jelasnya.

Kondisi Rizky kemudian menurun hingga mengalami sesak. Rekan-rekannya memilih membawa relawan tersebut ke fasilitas kesehatan agar segera mendapat pertolongan.

Baca Juga: Pawai Pembangunan di Kotim Ditunda Akibat Karhutla, Seberapa Parah Kondisinya?

Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, kondisi Rizky berangsur pulih. Ia pun tidak perlu menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Kejadian ini sekaligus memperlihatkan risiko yang dihadapi relawan yang turun langsung menangani karhutla. Selain panas dan api, mereka harus bekerja dalam kepungan asap serta menghadapi kondisi lapangan yang tidak mudah, khususnya ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut.

Bagi para relawan, penanganan karhutla bukan hanya persoalan memadamkan titik api. Kondisi fisik personel juga menjadi bagian penting yang harus dijaga agar upaya pengendalian kebakaran tetap dapat berlangsung. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
mpa masjid jami relawan karhutla lahan gambut