SAMPIT – Ganasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menumbangkan salah satu relawan.
Muhammad Dhimas Hary harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani setelah mengalami sesak napas dan kelelahan saat berjibaku memadamkan api pada Jumat (21/8/2026) sore.
Lokasi kejadian berada di kawasan Perumahan Grand Pelita, Jalan Pelita Barat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Baca Juga: Relawan Karhutla Kotim Sesak Napas Usai Berjibaku Padamkan Api di Sejumlah Titik
Dimas yang tengah berupaya menjinakkan api bersama rekan-rekannya harus digotong keluar dari area kebakaran karena terlalu banyak terpapar asap.
“Kelelahan dan sesak napas. Satu relawan tumbang lagi,” ujar Taufik, anggota Relawan Ketapi III, kepada Kaltengpos.jawapos.com.
Taufik mengaku kondisi api di lapangan sudah mulai berkurang dibandingkan sebelumnya. Namun, kobaran api mulai mendekati rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
“Sudah dekat dengan permukiman. Posisi api sudah sedikit padam karena sudah disiram,” jelasnya.
Sebelumnya, amukan Karhutla juga menumbangkan salah satu relawan Ketapi III. Muhammad Rizky Mubarrak pingsan dan harus dibawa ke rumah sakit akibat sesak napas karena terlalu banyak terpapar asap.
Karhutla di Kotim hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah. Seluruh organisasi perangkat daerah bahkan dikerahkan untuk membantu menyuplai air bagi tim yang bekerja di lapangan. (*)
Editor : Agus Pramono