SAMPIT – Kemarau panjang mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Sejumlah sumber air warga mengering, sementara air laut yang masuk saat pasang mulai terasa asin dan tidak lagi layak dikonsumsi.
Baca Juga: Air Sungai Mentaya Tak Lagi Bisa Dipakai, 3 Desa di Pulau Hanaut Krisis Air Bersih
Kondisi tersebut mendorong penyaluran 50 ribu air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 14 desa se-Kecamatan Pulau Hanaut, Kamis (27/8/2026).
Air bersih tersebut diberangkatkan pukul 7.00 WIB dari Pelabuhan Basirih, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, menggunakan 10 unit truk tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Selanjutnya, air dipindahkan ke LCT untuk diseberangkan menuju wilayah Pulau Hanaut dan didistribusikan kepada masyarakat.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Pulau Hanaut, Iptu Purwono mengatakan bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri bersama pemerintah terhadap warga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau.
“Akibat kemarau panjang, sumur-sumur masyarakat sudah mengering. Selain itu, air laut atau air pasang sudah mulai asin sehingga tidak bisa lagi dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Sumber Air Menipis, Karhutla Kotim Kian Sulit Dikendalikan
Menurutnya, persoalan air bersih tidak hanya menyangkut kebutuhan untuk minum. Ketersediaan air juga sangat penting untuk memasak, menjaga kebersihan diri, hingga menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.
Karena itu, bantuan air diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mencegah munculnya persoalan kesehatan akibat keterbatasan air bersih.
“Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari minum, memasak dan kebersihan diri. Kami juga berharap dapat mencegah penyakit yang muncul akibat kekurangan atau buruknya kualitas air,” katanya.
Distribusi air tersebut menyasar masyarakat di 14 desa yang terdampak kekeringan. Penyaluran dilakukan dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepolisian, serta masyarakat.
Kapolsek menegaskan, kehadiran aparat di tengah kondisi tersebut bukan hanya untuk membantu pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga memastikan masyarakat mendapat pendampingan selama menghadapi dampak kemarau.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Menghambat Distribusi Air Bersih ke Wilayah Selatan Kotim
“Ini juga merupakan wujud kepedulian dan kehadiran Polri bersama pemerintah untuk memberikan rasa aman serta mendampingi masyarakat di tengah kesulitan akibat bencana alam,” sebutnya.
Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih warga selama sumber air di wilayah tersebut belum kembali normal.
Selain kebutuhan rumah tangga, ketersediaan air bersih juga dinilai penting untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar berlangsung di desa-desa pesisir dan kepulauan tersebut. (*)
Editor : Ayu Oktaviana