RSUD dr Murjani Sampit Berikan Pengobatan Gratis untuk Relawan Karhutla Kotim

Bahri • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:00 WIB
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany saat diwawancarai awak media belum lama ini. FOTO BAHRI
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany saat diwawancarai awak media belum lama ini. BAHRI/KALTENGPOS 

SAMPIT – Kabar baik bagi para relawan dan petugas yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). RSUD dr Murjani Sampit memastikan seluruh personel yang mengalami gangguan kesehatan saat menjalankan tugas penanganan karhutla dapat memperoleh pelayanan medis secara gratis. 

Kebijakan tersebut berlaku bagi relawan maupun personel yang tergabung dalam tim gabungan penanganan karhutla, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), aparat keamanan, hingga relawan swadaya masyarakat. 

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, mengatakan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi petugas dan relawan karhutla telah diatur dan ditanggung oleh pemerintah. 

“Kalau relawan yang memang ikut dalam penanganan karhutla, termasuk yang masuk tim gabungan, itu digratiskan. Sudah ada aturannya dan semuanya ditanggung oleh pemerintah,” ujar Yulia, Selasa (1/9). 

Menurutnya, berbagai gangguan kesehatan yang muncul akibat aktivitas pemadaman maupun paparan asap dapat ditangani oleh RSUD dr Murjani. Mulai dari kelelahan fisik, dehidrasi, sesak napas, hingga keluhan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan tugas penanganan kebakaran. 

Yulia menjelaskan, mekanisme pelayanan gratis tersebut telah dikoordinasikan bersama instansi yang terlibat dalam penanganan karhutla. Bahkan, pihak rumah sakit telah menerima surat resmi dari Damkarmat Kotim terkait kebutuhan pelayanan kesehatan bagi personel dan relawan yang bertugas di lapangan. 

“Seperti dari Damkar mengirimkan surat ke kami untuk penanganan staf beliau. Staf-staf beliau ataupun relawan-relawan untuk kami layani kesehatannya secara gratis. Sudah,” katanya. 

Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan nyata RSUD dr Murjani terhadap para petugas dan relawan yang selama ini berjibaku di tengah panasnya api dan pekatnya asap. Mereka yang mengalami gangguan kesehatan tidak perlu lagi dibebani kekhawatiran mengenai biaya pengobatan. 

Pasalnya, risiko kesehatan menjadi ancaman nyata bagi personel yang bertugas di lokasi kebakaran. Paparan asap dalam waktu lama, aktivitas fisik berat, serta kondisi cuaca ekstrem kerap menyebabkan petugas mengalami kelelahan hingga gangguan pernapasan. 

Sebelumnya, sejumlah relawan penanganan karhutla di Kotim sempat mendapatkan perawatan medis setelah mengalami sesak napas dan kelelahan akibat berjam-jam berada di kawasan terdampak kebakaran. 

Untuk mendukung penanganan tersebut, Kami RSUD dr Murjani Sampit juga menyiagakan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam. Dengan demikian, petugas maupun relawan yang membutuhkan pertolongan medis dalam kondisi darurat dapat segera memperoleh penanganan. 

"Di tengah perjuangan memadamkan api dan mencegah meluasnya kabut asap, jaminan layanan kesehatan gratis ini diharapkan menjadi perlindungan tambahan bagi para pejuang karhutla yang mempertaruhkan tenaga dan keselamatannya di garis depan," tutupnya.(bah).

Editor : Ayu Oktaviana
dr. Yulia Nofiany gangguan kesehatan karhutla RSUD dr Murjani Sampit