Dua Ekskavator Dikerahkan untuk Perketat Pengamanan Karhutla di Sekitar Bandara Haji Asan

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:29 WIB
Dua unit ekskavator disiagakan di area Bandara H Asan.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Dua unit ekskavator disiagakan di area Bandara H Asan.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat pengamanan kawasan Bandara Haji Asan Sampit dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dua unit ekskavator dikerahkan untuk membuka akses sekaligus membangun pengendalian api di kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Langkah ini dilakukan karena kebakaran di sekitar kawasan bandara dinilai membutuhkan penanganan lebih serius. Selain berdekatan dengan objek vital, wilayah tersebut juga memiliki sejumlah titik yang sulit dijangkau petugas menggunakan peralatan pemadaman biasa.

Baca Juga: Artis Sherina Turun Langsung Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Ekskavator dimanfaatkan untuk membentuk kanal dan sekat bakar. Jalur tersebut diharapkan dapat menjadi penghalang alami sehingga laju api bisa ditekan apabila kembali bergerak mendekati kawasan yang harus dilindungi.

Alat berat juga digunakan untuk membuka akses menuju lokasi kebakaran. Dengan jalur yang lebih mudah dilalui, petugas pemadam diharapkan dapat bergerak lebih cepat ketika menemukan titik api di bagian dalam kawasan.

Halikinnor mengatakan pengerahan ekskavator bukan semata-mata untuk membantu pemadaman, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pencegahan agar kebakaran tidak menjalar lebih jauh.

“Alat berat ini kami manfaatkan untuk beberapa kebutuhan sekaligus, mulai dari membuka jalur menuju lokasi api, membuat pembatas, sampai menyiapkan kanal. Dengan begitu petugas memiliki akses yang lebih baik dan pergerakan api bisa diantisipasi,” katanya saat melakukan peninjauan, Selasa (1/9/2026) sore.

Pengamanan terutama diarahkan pada kawasan KKOP Bandara Haji Asan Sampit. Pemerintah daerah juga menyiapkan rencana membentuk jalur atau blok mengelilingi kawasan menggunakan alat berat sebagai salah satu lapis perlindungan tambahan.

Upaya tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi Kalteng bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan kawasan yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan tidak terdampak karhutla.

Menurut Halikinnor, perlindungan terhadap kawasan bandara menjadi perhatian bersama karena kebakaran di sekitar KKOP berpotensi mengganggu kondisi lingkungan di area penerbangan apabila tidak segera dikendalikan.

“Yang kami lakukan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan di tingkat provinsi. Intinya, kawasan KKOP harus mendapat pengamanan maksimal agar tidak sampai terganggu oleh perkembangan karhutla,” ujarnya.

Pemanfaatan ekskavator tidak berhenti pada pembuatan kanal dan sekat bakar. Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan menggali embung di lokasi yang memiliki kontur cukup rendah dan memungkinkan dijadikan tempat penampungan air.

Keberadaan embung nantinya dapat membantu menyediakan cadangan air bagi tim di lapangan, terutama ketika proses pemadaman berlangsung di lokasi yang jauh dari sumber air.

Halikinnor menegaskan penanganan karhutla tetap berjalan bersamaan dengan upaya membangun infrastruktur pengendalian kebakaran.

“Selain mengejar api yang masih muncul, kami juga menyiapkan sumber daya pendukung untuk menghadapi kemungkinan kebakaran berikutnya. Kalau ada lokasi yang cocok, alat ini bisa sekaligus membuat tampungan air sehingga penanganan di lapangan menjadi lebih mudah,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
ekskavator kotim karhutla Bandara H Asan