Karhutla Kotim Makin Mengkhawatirkan, BKSDA Sampit: 5 Orangutan dan 1 Tenggiling Diselamatkan

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 10:35 WIB
Orangutan induk dan anak dievakuasi usai terjebak.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Orangutan induk dan anak dievakuasi usai terjebak.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak hanya mengancam manusia dan permukiman. Satwa liar juga mulai terdampak. 

Dalam sekitar dua bulan terakhir, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resort Sampit menerima sedikitnya lima laporan terkait kemunculan orangutan di sekitar kawasan yang terdampak kebakaran.

Laporan tersebut datang dari sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Cempaga, Mentaya Hilir Utara, dan Mentawa Baru Ketapang. Namun, tidak seluruh laporan berujung pada penemuan orangutan di lokasi.

Baca Juga: Induk dan Anak Orangutan Terjebak Karhutla Dievakuasi BKSDA dan OFI Menjalani Pemeriksaan Kesehatan

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan laporan-laporan tersebut menunjukkan satwa liar mulai muncul di sekitar area yang mengalami gangguan akibat kebakaran.

“Sekitar dua bulan ini kami mendapat lima laporan. Saat kami mendapat laporan dan ke lokasi, namun saat itu tidak ditemukan orangutan yang dimaksud,” ujarnya, Rabu (2/9/2026) malam.

Laporan terbaru terjadi di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Tim BKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Ii lI Pangkalan Bun bersama Orangutan Foundation International (OFI) berhasil mengevakuasi dua individu orangutan, yakni induk dan anaknya, yang terjebak di atas pohon setelah lahan gambut di sekitarnya terbakar.

Baca Juga: Tenggiling Seberat 5 Kg Ditemukan di Kebun, Warga Langsung Serahkan ke BKSDA

Selain orangutan, satwa dilindungi lain juga ditemukan terdampak di tengah maraknya kebakaran lahan. Sepekan sebelumnya, BKSDA menerima seekor trenggiling yang berhasil diselamatkan warga.

“Seminggu kemarin kami mendapat penyerahan satu ekor tenggiling dari komunitas Reptil Sampit yang saat itu berhasil menyelamatkan satu ekor trenggiling di Bumi Raya 1,” katanya.

Menurut Muriansyah, masyarakat yang menemukan satwa liar di kawasan terdampak kebakaran diminta tidak melakukan tindakan sendiri, terutama terhadap satwa dilindungi yang dapat membahayakan apabila merasa terancam.

BKSDA meminta warga segera melaporkan temuan tersebut agar penanganan dapat dilakukan oleh petugas.

“Bagi warga yang berada di sekitar hutan yang sedang terbakar ataupun setelah terbakar dan menemukan atau melihat satwa liar yang dilindungi seperti orangutan, beruang madu, trenggiling, kukang dan lain-lain, segera melapor kepada BKSDA setempat,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
tenggiling kotim karhutla orangutan BKSDA SAMPIT