Sejumlah Bangunan Pemerintah di Sampit Terkepung Karhutla

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 18:28 WIB
Bangunan di Sampit dikepung kebakaran.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Bangunan di Sampit dikepung kebakaran.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengepung Rumah Susun Sewa (Rusunawa) milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tetapi juga mengancam bangunan milik pemerintah lainnya yang berada di kawasan Wengga Metropolitan (WMP), Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Sabtu (5/9/2026) sore. 

Lahan di sekitar bangunan tersebut terbakar dan menimbulkan kepulan asap.

Lokasinya yang berdekatan dengan permukiman dan Sekolah Rakyat (SR) membuat kawasan ini menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla di wilayah perkotaan. Untungnya, api berhasil dipadamkan.

Wakil Komandan III Posko Penanganan Karhutla Kotim, Rihel, mengatakan terdapat beberapa titik kebakaran yang berada berdekatan di kawasan tersebut, mulai dari sekitar Rusunawa, Kopdes Merah Putih hingga fasilitas kesehatan seperti Pustu.

Beruntung, api tak menjalar ke bangunan-bangunan tersebut. 

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Jadi Pusat Penyaluran Bansos dan Pupuk, PKH hingga BPNT Bakal Lewat Satu Pintu

“Untuk hari ini sebenarnya ada dua lokasi, satu di belakang SR dan satu lagi yang tersambung dengan kawasan Rusunawa. Kemudian ada juga Koperasi Desa Merah Putih dan Pustu,” ujarnya.

Untuk menangani kebakaran di kawasan WMP dan sejumlah titik lainnya, personel gabungan dikerahkan. Rihel menyebut kekuatan di lapangan dapat mencapai sekitar 38 orang.

Selain personel, puluhan unit kendaraan pemadam dan pendukung suplai air juga disiapkan. Petugas membagi wilayah penanganan ke dalam sejumlah zona untuk mempercepat respons ketika terjadi kebakaran.

“Zona kami meliputi WMP, Bumi Raya, Lingkar Selatan, Lingkar Utara, dan Jalan Jaksa Agung,” ujarnya.

Untuk kawasan WMP, termasuk sekitar Kopdes Merah Putih, suplai air dapat diambil dari Waterpark. Sementara titik suplai lainnya disiapkan di sejumlah lokasi sesuai pembagian zona.

“Untuk WMP, pengambilan air cukup dilakukan di Waterpark,” katanya.

Karhutla di kawasan tersebut bukan pertama kali terjadi. Rihel mengatakan api sudah beberapa kali muncul sejak pekan sebelumnya.

“Sebenarnya kebakaran di sini sudah beberapa kali terjadi. Sejak minggu lalu sudah berulang, termasuk di sekitar SR dan kawasan ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Hujan Diperkirakan Masih Minim, Kotim Hadapi Risiko Karhutla hingga Akhir September

Kondisi lahan yang kering dan gambut membuat sisa material terbakar masih berpotensi memunculkan api kembali. Menurutnya, api yang terlihat kecil setelah kobaran utama berhasil dipadamkan tetap harus diantisipasi.

“Hal itu kemungkinan terjadi karena masih ada sisa api yang belum benar-benar padam. Ketika api besar sudah selesai, mungkin dianggap sudah aman, padahal kondisi lahan masih kering dan gambut. Sehingga api dapat kembali membakar sisa material yang ada,” jelasnya.

Ia menegaskan kemunculan api kembali di lokasi yang sama tidak selalu menunjukkan bahwa luas lahan terbakar bertambah. (*)

Editor : Agus Pramono
kopdes kotim Koperasi Desa Merah Putih karhutla