SAMPIT – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami peningkatan pada Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim mencatat 2.656 kasus, naik dari 2.119 kasus pada Juli.
Meski meningkat 537 kasus, Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi menyebut kenaikan tersebut belum signifikan jika melihat kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Perusahaan di Kotim Diminta Lapor Kejadian Karhutla Setiap Hari
“Kalau data yang ada menurut data dari faskes kita, itu sebenarnya naiknya tidak signifikan,” katanya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, angka yang tercatat di fasilitas kesehatan juga belum tentu menggambarkan keseluruhan kasus ISPA di masyarakat. Sebab, ISPA tergolong penyakit yang sering ditangani secara mandiri oleh masyarakat tanpa mendatangi fasilitas kesehatan.
“Jadi yang sakit itu kemungkinan besar minum obat sendiri, tukar obat sendiri, tidak berobat ke faskes kita,” ujarnya.
Umar menjelaskan, ISPA umumnya disebabkan oleh virus. Kondisi tubuh yang menurun dapat membuat seseorang lebih mudah terserang, sementara paparan kabut asap dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan.
Baca Juga: Trauma Kabut Asap 2015 Terulang, Eni Kini Cemas Melihat Anaknya Sesak Napas
“Jadi karena kabut asap, habis itu ada iritasi sedikit, kondisi tubuh kita kurang bagus, virus bisa masuk,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara sedang buruk. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat diminta menggunakan masker.
“Kita mengimbau kepada masyarakat, beraktivitas di luar rumah itu pada saat cuaca sudah mulai bagus. Pada saat cuaca pekat kita pakai masker. Kemudian, kita usahakan banyak aktivitas di dalam ruangan,” katanya.
Umar menekankan, paparan asap tidak otomatis membuat setiap orang mengalami ISPA. Kondisi daya tahan tubuh juga berpengaruh terhadap risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan.
“Insya Allah, tidak semua orang yang kena kabut asap itu kena ISPA, tidak semua,” bebernya.
Baca Juga: Dinkes Kotawaringin Timur Ingatkan Bahaya ISPA dan Diare Saat Musim Kemarau
Namun, ia mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan penyakit tertentu agar lebih berhati-hati.
“Terutama sekali pada anak-anak, pada lansia, dan orang-orang yang terindikasi penyakit-penyakit tertentu misalnya ada jantung, ada ginjal, dan itu akan memperparah kondisinya manakala sudah keluar rumah,” pungkasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana