ISPU di Kabupaten Kotim Tembus 1.111, Urutan Pertama di Indonesia Hari Ini

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:00 WIB
ISPU Kotim tertinggi se Indonesia.(ISPUNet)
ISPU Kotim tertinggi se Indonesia.(ISPUNet)

 

SAMPIT – Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mencapai angka 1.111 untuk parameter PM10, Kamis (10/9/2026) pukul 07.00 WIB.

Data tersebut tercantum dalam aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Angka itu masuk kategori berbahaya dan menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah lain yang terpantau dalam aplikasi tersebut.

Pada waktu yang sama, ISPU untuk parameter PM2,5 di Kotim tercatat 653 atau juga berada dalam kategori berbahaya.

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Proses Belajar mengajar di SDN 2 Petuk Katimpun yang Berselimut Kabut Asap

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Marjuki mengatakan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian masyarakat karena parameter PM10 menunjukkan tingkat pencemaran yang sangat tinggi.

“Berdasarkan data ISPUnet KLH, kualitas udara di Kotawaringin Timur berada pada kategori berbahaya. Nilai ISPU mencapai 1.111 dengan parameter kritis PM10,” kata Marjuki.

Ia meminta warga mengurangi kegiatan di luar ruangan, terutama aktivitas yang tidak mendesak. Masyarakat juga diminta tetap berada di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela untuk mengurangi paparan udara tercemar.

“Warga sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Tetap berada di dalam rumah, tutup pintu dan jendela, serta gunakan masker jika harus keluar,” ujarnya.

Marjuki juga mengingatkan kelompok rentan agar lebih berhati-hati. Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan diminta tidak beraktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.

Baca Juga: Fakta-Fakta Keracunan MBG di Karo: Ditemukan Sejumlah Bakteri, Febiola Alami Gangguan Ingatan 

“Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan harus menghindari paparan udara luar,” katanya.

Buruknya kualitas udara turut terlihat dari kondisi jarak pandang di Sampit. Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, jarak pandang pada pukul 06.00 WIB hanya sekitar 800 meter.

Pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang tercatat sekitar 1 kilometer ketika nilai ISPU PM10 mencapai 1.111.

Kondisi tersebut terjadi saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam sejumlah wilayah di Kotim. Asap dari kebakaran diduga turut memengaruhi kualitas udara di daerah tersebut.

DLH mengimbau masyarakat mengutamakan kesehatan dan membatasi paparan udara luar hingga kondisi kembali membaik. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
ISPUnet BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit gangguan pernapasan karhutla