Anak Monyet di Sampit Diselamatkan Usai Habitatnya Sudah Terbakar

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:00 WIB
Anak monyet diselamatkan dari habitatnya yang terbakar.(Harie)
Anak monyet diselamatkan dari habitatnya yang terbakar.(Harie)

SAMPIT – Seekor anak monyet ekor panjang ditemukan terjebak di tengah areal terbakar di kawasan lingkar luar Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Kondisi itu menjadi indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu ekosistem satwa liar di hutan. 

Baca Juga: Orangutan Sempurna di Kalbar Akhirnya Mati Diduga akibat Asap Karhutla

Anak monyet dengan nama ilmiah Macaca fascicularis itu ditemukan dalam kondisi lemah pada Rabu (9/9/2026). Tubuhnya berada di antara abu dan sisa vegetasi yang terbakar. Sementara asap masih menyelimuti kawasan tersebut.

Harie, salah seorang aktivis pecinta satwa di Sampit, mengatakan anak monyet tersebut ditemukan di sekitar kebun warga. Informasi itu ia dapat usai disampaikan warga kepada relawan dan aktivis pecinta satwa.

“Itu kejadiannya di daerah lingkar luar, dekat kebun warga. Jadi warga itu lapor, ada anak monyet terkepung api, kebakaran,” katanya saat dikonfirmasi Kaltengpos.jawapos.com, Jumat (11/9/2026).

Setibanya di lokasi, tim langsung mengevakuasi satwa tersebut dari kawasan yang masih terdampak kebakaran. Kondisinya terlihat lemas dan diduga mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Baca Juga: Orangutan yang Terjebak di Tengah Lahan Terbakar di Sampit Ternyata Memeluk Anaknya

Harie menduga anak monyet tersebut terpisah dari induknya ketika kebakaran melanda habitatnya.

“Anaknya ini kemungkinan terpisah sama mamanya karena kebakaran. Jadi kami langsung ke sana, langsung evakuasi,” ujarnya.

Setelah berhasil dikeluarkan dari lokasi kebakaran, anak monyet tersebut mendapat penanganan. Tim juga berkoordinasi dengan klinik hewan untuk memberikan bantuan oksigen karena satwa itu diduga mengalami gangguan pernapasan.

Penanganan tersebut membuahkan hasil. Kondisinya berangsur membaik hingga akhirnya anak monyet tersebut dilepasliarkan kembali ke lokasi yang dinilai aman dari ancaman api pada Kamis (10/9/2026) kemaren. 

Menurut Harie, penyelamatan satwa akibat karhutla bukan kejadian yang baru mereka temui. Kebakaran yang terjadi di kawasan vegetasi maupun sekitar kebun warga berpotensi membuat satwa kehilangan habitat, sumber makanan dan tempat berlindung.

Baca Juga: Seekor Tenggiling Mati Mengenaskan Akibat Amukan Karhutla Sampit

“Intinya semua hewan yang kami selamatkan itu terdampak dari kebakaran. Semua kebakaran. Tapi ada juga yang risikonya rumah warga kayak gitu,” imbuhnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
monyet ekor panjang gangguan pernapasan karhutla satwa liar