SAMPIT- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan Pawai Pembangunan di Sampit tidak digelar tahun ini.
Kegiatan tersebut ditunda karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi. Hal itu dinilai tidak memungkinkan untuk pelaksanaan kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pawai yang sebelumnya sempat ditunda tersebut kemungkinan akan dialihkan pelaksanaannya pada momentum Hari Jadi Kabupaten Kotim.
Baca Juga: Pawai Pembangunan di Kotim Ditunda Akibat Karhutla, Seberapa Parah Kondisinya?
“Kemungkinan di hari jadi Kotawaringin Timur aja kita laksanakan. Karena kalau sekarang nggak mungkin,” katanya, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, kondisi asap dan Karhutla yang masih menyelimuti wilayah Kotim menjadi salah satu pertimbangan utama.
Selain menyangkut kesehatan masyarakat, kondisi tersebut juga membuat persiapan maupun pelaksanaan kegiatan menjadi tidak maksimal.
“Jadi suasana kita asap-asapan, orang nggak bisa mengurus kegiatannya. Nanti kalau cuma sekadar asal ada aja kan percuma,” ujarnya.
Sebelumnya, pelaksanaan Pawai Pembangunan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Sabtu, 22 Agustus 2026 lalu.
Namun kondisi Karhutla yang cukup parah di Kotim membuat pemerintah menunda kegiatan itu sampai waktu yang tidak ditentukan.(*)