Krisis Air Bersih di MHS Kotim, PDAM Sungai Lepeh Tak Bisa Dikonsumsi

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:44 WIB
Sungai Lepeh tak lagi bisa membantu warga MHS.(Miftah/Kaltengpos.jawapos.com)
Sungai Lepeh tak lagi bisa membantu warga MHS.(Miftah/Kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT– Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Air PDAM yang bersumber dari Sungai Lepeh tidak lagi memungkinkan digunakan untuk konsumsi sejak awal September 2026 karena kadar salinitas air meningkat.

Baca Juga: Jerit Warga Sei Ijum Kotim saat Kemarau: Air Berubah Payau, Minum dan Masak Harus Beli Air Galon

Kondisi tersebut berdampak pada seluruh wilayah Kecamatan MHS yang terdiri dari delapan desa dan dua kelurahan. Masyarakat yang selama ini mengandalkan jaringan PDAM kini menghadapi keterbatasan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Camat Mentaya Hilir Selatan Wahyudah mengatakan, air PDAM dari Sungai Lepeh sudah tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi sejak 1 September.

“Untuk mengonsumsi PDAM yang di Sungai Lepeh itu tidak memungkinkan lagi. Terhitung mulai tanggal 1 September tadi sudah tidak bisa digunakan, walaupun masyarakat kami banyak sudah yang pasang PDAM,” kata Wahyudah, Kamis (17/9/2026).

Menurut Wahyudah, kondisi tersebut dipicu kemarau yang berlangsung cukup lama. Air Sungai Mentaya mulai mengalami peningkatan kadar garam sehingga memengaruhi kualitas air yang menjadi sumber PDAM.

Persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Kondisi air sungai yang menjadi asin saat kemarau panjang disebut sebagai persoalan yang berulang setiap tahun.

Baca Juga: Air Sungai Mentaya Tak Lagi Bisa Dipakai, 3 Desa di Pulau Hanaut Krisis Air Bersih

“Sudah pernah sebelumnya (kekeringan). Karena kan kebiasaan memang kalau lewat dari dua bulan (kemarau) air di Sungai Mentaya itu asin,” ujarnya.

Kondisi ini membuat masyarakat MHS harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk kebutuhan konsumsi.

 

Minta Suplai Air dari PDAM Sampit

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Kecamatan MHS telah meminta adanya dukungan pasokan air dari PDAM Sampit.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama sumber air dari Sungai Lepeh belum dapat digunakan untuk konsumsi.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Petani Kalteng Kesulitan Air, Sejumlah Irigasi Mulai Mengering

“Makanya kami bermohon kemarin agar air dari PDAM Sampit yang harus disalurkan ke Kecamatan Mentaya Hilir Selatan,” katanya.

Pemerintah kecamatan berharap distribusi air bersih dapat segera dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak, terutama jika kondisi kemarau dan salinitas air sungai masih berlangsung. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
Mentaya Hilir Selatan (MHS) sungai lepeh air bersih kemarau pdam