SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan rencana pembangunan lanjutan jaringan pipa induk air bersih hingga kawasan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Proyek tersebut diproyeksikan membutuhkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah sehingga pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan pembangunan jaringan pipa induk tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan air bersih, khususnya bagi masyarakat di wilayah selatan.
“Kita ingin melanjutkan jaringan pipa induk hingga Ujung Pandaran. Pembangunannya memang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun karena membutuhkan dana yang cukup besar. Karena itu, akan kita anggarkan secara bertahap dalam beberapa tahun,” katanya, Sabtu (19/9/2026).
Baca Juga: Wilayah Selatan Krisis Air saat Kemarau, Pemkab Kotim Siapkan Pengolah Air Asin Jadi Layak Minum
Menurutnya, pembangunan jaringan tersebut tidak hanya membutuhkan perencanaan teknis, tetapi juga dukungan anggaran yang memadai.
Karena itu, pemerintah memilih skema pembangunan bertahap agar proyek tetap dapat berjalan tanpa membebani anggaran dalam satu tahun.
Selain membangun jaringan baru, Pemkab Kotim juga mendorong optimalisasi fasilitas pengolahan air yang telah tersedia di sejumlah wilayah.
Beberapa unit yang menjadi perhatian di antaranya fasilitas di Samuda, Parenggean, Cempaka dan Simpang Sebabi, Kecamatan Telawang.
Halikinnor menegaskan fasilitas yang sudah ada harus dapat difungsikan secara maksimal, terutama ketika musim kemarau saat masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air bersih.
“Kita juga akan memfungsikan unit yang ada di Samuda. Ketika kemarau, unit di Samuda harus bisa difungsikan untuk melayani wilayah tersebut. Karena itu, teknologi ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem penyediaan air bersih di Kotim terlebih saat kemarau. Sehingga mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku yang kualitasnya dapat berubah ketika musim kemarau. (*)
Editor : Agus Pramono