Dampak Karhutla, Anak Bekantan di Sampit Terpisah dari Induknya 

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:15 WIB
Anak Bekantan ditemukan warga terpisah dari induknya.(BKSDA)
Anak Bekantan ditemukan warga terpisah dari induknya.(BKSDA)

 

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengusik habitat satwa liar. Seekor anak bekantan ditemukan terpisah dari induk atau rombongannya saat terjadi karhutla di sekitar Jembatan Sungai Sampit, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (1/10/2026) malam. 

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan laporan keberadaan anak bekantan tersebut diterima dari Damang Bagendang dan Sekretaris Camat MHU sekitar pukul 23.00 WIB malam sebelumnya.

Baca Juga: Bekantan Ditemukan Mati di Kawasan Wisata Ujung Pandaran, BKSDA Telusuri Informasi Video

“Sekitar pukul 11 malam, kami mendapat laporan dari Damang Bagendang dan Sekcam MHU. Ditemukan satu ekor anak bekantan saat pemadaman karhutla di sekitar Jembatan Sungai Sampit,” katanya saat dikonfirmasi Kaltengpos.jawapos.com, Jumat (2/10/2026).

Anak orangutan tersebut, ditemukan saat petugas berupaya menjinakkan api di sekitar lokasi. Anak bekantan itu ditemukan petugas terjatuh dari pohon. 

“Saat warga pemadamanan, anak bekantan ditemukan terjatuh dari pohon,” katanya. 

BKSDA Pos Sampit berencana menuju lokasi pada sore hari ini untuk melihat langsung kondisi anak bekantan tersebut. Namun, sebelum dilakukan evakuasi, pihaknya akan memberi kesempatan kepada induk atau rombongan bekantan untuk kembali ke lokasi.

Menurut Muriansyah, rencana tersebut merupakan usulan dari Damang Bagendang. Anak bekantan akan ditempatkan di tanah di sekitar lokasi dengan harapan induk atau rombongannya datang dan mengambilnya.

Baca Juga: Karhutla Kotim Ancam Satwa Dilindungi, Trenggiling hingga Orangutan Jadi Korban

“Kalau ada induk atau rombongannya balik ke lokasi, anak bekantan akan ditaruh di tanah dengan harapan diambil induk atau rombongannya,” ujarnya.

Langkah evakuasi baru akan dilakukan apabila hingga batas waktu yang dipantau induk atau rombongan bekantan tidak kembali. Anak bekantan tersebut nantinya akan dibawa ke Sampit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kalau induk atau rombongannya tidak datang atau tidak ke lokasi, mau tidak mau anak bekantan tersebut akan saya ambil dan bawa ke Sampit,” jelasnya.

Baca Juga: Terjebak di Kawasan Terbakar, Sindi Si Orangutan Betina Akhirnya Diselamatkan

Muriansyah memastikan anak bekantan yang ditemukan tidak mengalami luka bakar. Meski demikian, ia menduga satwa tersebut terpisah dari induknya akibat kondisi habitat yang terdampak kebakaran.

“Tidak ada luka bakar. Kemungkinan terpisah dari induknya karena karhutla. Memang ada kebakaran lahan, sehingga terpisah,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
bksda pos sampit bekantan karhutla satwa liar