Hati-Hati saat Berada di Dermaga Mentaya Seberang, Nyawa Anda Bisa Terancam Jika Lengah

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:40 WIB
Anggora DPRD Kotim meninjau Dermaga Mentaya Seberang.(Dok pribadi)
Anggora DPRD Kotim meninjau Dermaga Mentaya Seberang.(Dok pribadi)

SAMPIT – Dermaga Mentaya Seberang di Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini menghadapi persoalan serius. Sejumlah bagian lantai kayunya dilaporkan mengalami kerusakan dan berlubang. 

Padahal fasilitas tersebut masih menjadi jalur yang digunakan masyarakat dari Pelabuhan PPM Sampit menuju wilayah Seranau.

Kondisi itu ditemukan anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan 2 saat turun langsung dalam agenda reses, Rabu (7/10/2026).

Anggota DPRD Kotim Dadang H. Syamsu mengatakan kerusakan pada bagian lantai dermaga perlu segera mendapat penanganan karena berkaitan langsung dengan keamanan masyarakat yang melintas.

“Kalau lantainya sudah rusak dan terdapat lubang di beberapa titik, tentu pengguna dermaga harus lebih berhati-hati. Karena itu kami meminta kondisi ini segera ditindaklanjuti,” katanya, Kamis (8/10/2026). 

Menurutnya, kerusakan tersebut bukan persoalan baru. Minimnya penanganan dalam waktu cukup lama membuat kondisi fasilitas semakin memprihatinkan. Dermaga tersebut memiliki fungsi penting bagi mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur sungai. 

Selain sebagai akses transportasi, keberadaannya juga memiliki nilai simbolis karena terdapat tulisan Selamat Datang di Sampit yang menjadi penanda bagi masyarakat yang tiba melalui jalur tersebut.

Namun, kondisi fisik dermaga saat ini dinilai tidak sebanding dengan perannya. Kerusakan lantai membuat fasilitas yang seharusnya memberikan akses aman justru membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

Dalam kegiatan reses itu, Dadang bersama sejumlah anggota DPRD Kotim dari Dapil 2, yakni Rinie, Paliansyah, Marudin, Ariyandi, Rambat dan Syahbana, melihat langsung berbagai kondisi di lapangan.

Tidak hanya persoalan dermaga, aspirasi masyarakat terkait infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah Seranau serta Baamang juga dihimpun untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah daerah.

Dadang berharap pemerintah Kabupaten Kotim segera mengambil langkah terhadap kondisi Dermaga Mentaya Seberang, terutama pada bagian-bagian yang berpotensi membahayakan pengguna.

“Ini menyangkut akses masyarakat setiap hari. Kami berharap pemerintah daerah memberi perhatian dan segera melakukan perbaikan agar masyarakat dapat menggunakan dermaga dengan lebih aman,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
dermaga mentaya seberang infrastruktur dprd kotim