Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jangan Masak Dulu! Kenali 5 Tanda Daging Sudah Tidak Layak Konsumsi Agar Keluarga Tetap Sehat

Kiki Rizqie • Minggu, 10 Mei 2026 | 11:15 WIB
ILUSTRASI : Cek tanda-tanda daging tidak layak konsumsi. FREEPIK
ILUSTRASI : Cek tanda-tanda daging tidak layak konsumsi. FREEPIK

KALTENGPOS.JAWAPOS – Daging sapi maupun ayam merupakan sumber protein utama yang sering kita stok di rumah. Namun, karena faktor penyimpanan atau suhu udara yang lembap, daging bisa cepat rusak sebelum sempat diolah.

Mengonsumsi daging yang sudah tidak segar bukan hanya merusak rasa masakan, tapi juga berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan.

Lantas, bagaimana cara membedakan daging yang masih segar dengan yang sudah busuk?

Berikut adalah 5 tanda utama daging sudah tidak layak konsumsi yang wajib Anda ketahui:

1. Perubahan Warna yang Mencolok
Warna adalah indikator paling mudah dilihat. Daging sapi segar umumnya berwarna merah cerah. Jika warnanya sudah berubah menjadi kecokelatan, abu-abu, atau muncul bercak kehijauan, segera buang.

Sementara pada daging ayam, waspadai jika warnanya berubah menjadi kusam keabu-abuan atau kebiruan.

Baca Juga: Penting! Tips Menyimpan Daging di Kulkas agar Tetap Segar dan Aman Dikonsumsi

2. Aroma Bau yang Menyengat (Amis Berlebih)
Daging segar memang memiliki aroma khas darah atau lemak, namun aromanya tidak menusuk hidung. Daging yang sudah rusak akan mengeluarkan bau asam, amis yang sangat tajam, atau bau busuk mirip amonia.

Jika dari jarak beberapa sentimeter saja baunya sudah membuat mual, jangan sekali-kali mencoba memasaknya.

3. Tekstur Lengket dan Berlendir
Coba tekan permukaan daging dengan jari. Daging yang sehat terasa kenyal, lembap, dan akan kembali ke bentuk semula setelah ditekan. Sebaliknya, daging yang sudah tidak layak konsumsi biasanya memiliki lapisan lendir yang lengket di permukaannya.

Jika daging terasa sangat licin atau berlendir saat disentuh, itu tandanya bakteri sudah berkembang biak dengan cepat.

4. Tekstur Terasa Lembek atau Hancur
Selain berlendir, perhatikan juga kepadatan seratnya. Daging yang sudah mulai membusuk akan kehilangan elastisitasnya.

Serat-serat daging terasa lembek dan mudah hancur saat dipotong atau dipegang. Hal ini menandakan jaringan otot sudah mulai rusak secara kimiawi.

5. Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa dan Suhu Simpan
Jika Anda membeli daging kemasan di supermarket, selalu cek tanggal kedaluwarsa. Namun, ingatlah bahwa daging yang disimpan di suhu ruang (suhu pasar tradisional) lebih dari 2 jam sudah mulai berisiko terpapar bakteri Salmonella atau E. coli.

Pastikan daging selalu dalam keadaan dingin atau segera masuk freezer jika tidak langsung dimasak.

Baca Juga: Cara Masak Daging Sapi Empuk Tanpa Presto, Cukup Pakai 3 Trik Rahasia Ini!

Untuk menjaga kesegaran, pilihlah penjual daging yang memiliki sirkulasi udara baik atau menggunakan pendingin.

Jangan mencuci daging jika ingin menyimpannya di freezer, karena air cucian justru bisa memicu pertumbuhan bakteri lebih cepat.

Semoga tips ini membantu Anda dalam memilih bahan pangan yang sehat untuk keluarga tercinta! (*)

Editor : Kiki Rizqie
#layak konsumsi #daging