NANGA BULIK - Musim kemarau panjang membuat sejumlah desa di Kabupaten Lamandau menghadapi keterbatasan akses air bersih. Kondisi tersebut mendorong PT First Lamandau Timber International (FLTI) – member of PT Triputra Agro Persada Tbk - menyalurkan bantuan air bersih ke empat desa di sekitar perusahaan.
Desa itu meliputi Desa Belibi, Desa Bayat, Desa Tangga Batu, dan Desa Sungai Buluh.
Bantuan tersebut diberikan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang mulai mengalami keterbatasan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Baca Juga: FLTI Gandeng Posyandu Mewujudkan Warga Sehat dan Sejahtera
Estate Manager PT FLTI, Andri Julian Marpaung menjelaskan, bantuan air bersih kepada masyarakat sekitar menjadi wujud nyata komitmen perusahaan untuk hadir berkontribusi bagi masyarakat, lingkungan dan bangsa sesuai dengan semangat TAP untuk Negeri.
Langkah ini diambil setelah perusahaan memantau kondisi sejumlah desa yang mulai kesulitan mengakses air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
”Di tengah musim kemarau panjang seperti ini, kebutuhan air bersih menjadi sangat krusial bagi masyarakat. Karena itu, sesuai semangat TAP untuk Negeri perusahaan berupaya seoptimal mungkin untuk hadir berkontribusi melalui pemberian bantuan air bersih kepada empat desa sekitar perusahaan,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberi dampak positif secara langsung bagi masyarakat di tengah keterbatasan sumber air akibat musim kemarau, sehingga kebutuhan dasar masyarakat untuk konsumsi sehari-hari tetap dapat terpenuhi. Bantuan ini disambut baik oleh pemerintah desa penerima manfaat.
Baca Juga: FLTI Tingkatkan Kompetensi Satgas Karhutla
Kepala Desa Belibi, Eriadi, menyatakan bantuan air bersih dari FLTI datang tepat waktu di tengah kondisi yang semakin dirasakan berat oleh warga masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih dari PT FLTI ini. Air yang diberikan sangat membantu kebutuhan sehari-hari, terlebih selama musim kemarau ini cukup sulit didapatkan. Semoga bantuan seperti ini dapat terus berlanjut dan kerja sama antara FLTI dengan masyarakat desa semakin erat ke depannya," ujar Eriadi.
Selain kepada perintahan desa, bantuan air bersih juga disalurkan ke sejumlah sekolah, diantaranya SDN Sungai Buluh untuk mendukung operasional sekolah, mengingat kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah turut terdampak selama musim kemarau berlangsung.
Kepala SDN Sungai Buluh Gurlias menyampaikan rasa terima kasihnya atas kontribusi perusahaan yang dinilai sangat membantu kebutuhan dasar di lingkungan sekolah.
"Bantuan air bersih dari PT FLTI ini sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah. Kami berterima kasih perusahaan turut memperhatikan kebutuhan sekolah di tengah musim kemarau seperti ini, dan berharap perusahaan tetap memberi bantuan selama musim kemarau ini," ujar Gurlias.
Bantuan air bersih ini menjadi salah satu bentuk kehadiran FLTI di tengah masyarakat sekitar wilayah operasionalnya, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bersinergi dengan desa-desa binaan dalam menghadapi tantangan musim kemarau, hal ini sejalan dengan komitmen TAP untuk negeri.(*)
Editor : Agus Pramono