Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

DBD Kalteng Turun, Usia Produktif Rentan Diserang

Administrator • Rabu, 18 Juni 2025 | 11:28 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.
PALANGKA RAYA-Kabar menggembirakan datang dari perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Berdasarkan data terbaru yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, sepanjang tahun ini sejak Januari hingga Mei terjadi penurunan jumlah kasus (data lengkap lihat tabel).

Penurunan jumlah kasus DBD ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalteng, Riza Syahputra, Senin (16/6).

Ia menjelaskan, meskipun kasus DBD menurun, kewaspadaan masyarakat tetap harus dijaga, mengingat penyakit ini masih menjadi ancaman serius terutama pada musim tertentu.

“Dari data yang kami terima, kasus DBD mengalami penurunan tahun ini. Namun demikian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti,” ujarnya.

Terkait kelompok usia penderita, Riza memaparkan bahwa DBD di Kalteng banyak menyerang kalangan usia produktif.

Berdasarkan data terkini, sebaran kasus DBD di bulan Mei usia di bawah 1 tahun sebanyak 4 kasus, usia 1-4 tahun sebanyak 7 kasus, usia 5-14 tahun sebanyak 8 kasus, usia 15-44 tahun sebanyak 25 kasus, dan usia di atas 44 tahun sebanyak 6 kasus.

“Penderita DBD terbanyak terjadi pada orang dewasa, khususnya di kelompok usia 15-44 tahun. Artinya, masyarakat usia produktif juga sangat rentan terkena DBD jika lingkungan sekitar tidak dijaga,” tambahnya.

Kabid P2P itu menjelaskan bahwa meskipun DBD kerap meningkat pada musim penghujan, penyakit ini juga tetap bisa muncul pada musim kemarau.

Genangan air sisa hujan atau tempat-tempat penampungan air yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi sarang nyamuk.

“Pada musim penghujan memang kasus DBD cenderung meningkat karena banyak tempat berkembang biaknya nyamuk. Tapi pada musim kemarau, kasus DBD juga bisa terjadi karena faktor-faktor tertentu, seperti adanya tempat penampungan air yang tidak tertutup rapat,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Kalteng lanjutnya, terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah 3M Plus, menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air, serta langkah tambahan seperti penggunaan obat anti nyamuk dan pemasangan kelambu. (zia/ala)
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Administrator
#dbd #wabah #kalteng #wspada