SETELAH tiga tahun vakum, Olly Murs resmi meluncurkan album studio kedelapannya, “Knees Up,” pada 21 November 2025. Album ini menandai rilisan perdananya di bawah label rekaman barunya, BMG, menyusul karya sebelumnya, “Marry Me” (2022).
Album yang memuat 12 lagu ini digarap bersama sederet produser ternama, termasuk Dave Benkel, Mark Taylor, dan Sky Adams. Sementara untuk penulisan lagu, Murs bekerja sama dengan nama-nama seperti Ed Drewett dan Samuel Preston.
Kontroversi "Pensiun" dan Evolusi Musik
Album "Knees Up" sempat menarik perhatian publik lantaran Olly Murs mengumumkan "pensiun" di media sosial sebelum peluncurannya. Namun, tak lama setelah album rilis, ia mengklarifikasi dalam wawancara dengan Hits Radio bahwa pengumuman tersebut hanyalah candaan belaka.
Lebih dari sekadar lelucon, Olly Murs menyebut bahwa "Knees Up" adalah album yang benar-benar ingin ia ciptakan sejak awal kariernya. Karya ini ia gambarkan sebagai refleksi evolusinya—baik sebagai musisi maupun sebagai seorang ayah—tetapi tetap mempertahankan sisi "laddy" dan gaya cheeky khasnya.
Baca Juga: Wajib Dengar! Ed Sheeran Hadirkan ‘Skeletons’ dan 14 Bonus Track di Album 'Play Deluxe'
Gaya Musik Baru yang Mengundang Pesta
Secara musik, "Knees Up" membawa atmosfer pesta yang kental dan menyegarkan. Murs menggabungkan elemen ska, sentuhan nuansa The Streets, dan geezer fun khas Inggris.
"Knees Up" sendiri, ia jelaskan, berasal dari tradisi Cockney—sebuah ungkapan lama yang berarti keluar, minum, bersenang-senang, dan menikmati waktu bersama teman, keluarga, bahkan orang asing.
Melalui proyek ini, Olly Murs berharap bahwa begitu pendengar memutar albumnya, mereka akan langsung merasakan energi pesta yang riang, sikap santai penuh sass, dan semangat bersenang-senang yang ia bagikan. (cdc/kik)
Editor : Kiki Rizqie