JAGAT media sosial digemparkan dengan video jenazah seorang tukang ojek, Munandar Samania (23), yang terpaksa dibawa pulang menggunakan sepeda motor di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Peristiwa ini terjadi karena akses jalan menuju desanya rusak parah dan tidak bisa dilalui mobil ambulans.
Kepala Desa Tilonggibila, Max Lagibu, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan jenazah Munandar diangkut dari Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, menuju Desa Tilonggibila, Kecamatan Pinogu, dengan jarak sekitar 49–50 kilometer.
“Jenazah diangkut pakai motor ojek karena ambulans tidak bisa menembus jalan. Akses transportasi ke sini hanya bisa dilalui motor, bahkan harus melewati empat sungai kecil,” jelas Max kepada wartawan, Sabtu (23/8/2025) mengutip detik.com.
Munandar sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Toto Kabila, Bone Bolango, selama lima hari.
Ia meninggal dunia pada Jumat (22/8), lalu jenazahnya dibawa pulang menggunakan motor ojek. Prosesi pengantaran itu dikawal sekitar 20 motor ojek lain sebagai bentuk solidaritas warga Pinogu.
“Di sini kebersamaan masih sangat kuat. Kalau ada orang sakit atau meninggal, warga bersama-sama membantu. Jenazah maupun pasien biasanya dikawal puluhan motor ojek,” tambah Max.
Ia mengungkapkan, peristiwa jenazah diangkut motor sudah terjadi tiga kali di wilayah tersebut. Kondisi jalan yang belum diaspal dan sering berlumpur saat hujan menjadi hambatan utama akses transportasi.
Dalam video yang viral, tampak jenazah Munandar dibonceng motor dengan tubuh ditutupi selimut dan diikat ke pengendara agar tidak terjatuh.
Momen ini sekaligus menyoroti sulitnya akses transportasi masyarakat di Kecamatan Pinogu yang hingga kini masih terisolasi. (net/abw)