Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Cerita Ibu Menyusui Ikut Keracunan MBG di Cipongkor, Padahal Cuma Makan Strawberry dan Tahu

Anisa Bahril Wahdah • Jumat, 26 September 2025 | 10:55 WIB
Sejumlah korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat masih menjalani perawatan di Puskesmas Cipongkor, Selasa (23/9/2025). (RADAR BANDUNG)
Sejumlah korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat masih menjalani perawatan di Puskesmas Cipongkor, Selasa (23/9/2025). (RADAR BANDUNG)

 

KERACUNAN makan bergizi gratis (MBG) program Presiden RI Prabowo Subianto tidak hanya menyasar anak-anak sekolah.

Ibu menyusui di Desa Neglasari, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat juga mengalami hal serupa.

Ibu dan anak dibawa ke Posko Kecamatan Cipongkor, Kamis (25/9/2025).

Siti Fatimah (26) bersama anaknya yang masih berusia 6 tahun terkulai lemas di velbed atau tempat tidur lipat setibanya di Posko Kecamatan Cipongkor sekitar pukul 15.15 WIB.

Ia merasakan mual, pusing hingga lemas, begitu pula anaknya yang tepat berada di sampingnya.

"Sekarang lemes, mual sama pusing. Enggak enak perut," ujar Siti Fatimah, mengutip Republika.

Ia mendapat menu MBG berupa ayam geprek, tumis tahu kecap kering, nasi, lalapan dan buah strawberry yang dibagikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya pada Rabu (24/9/2025) pagi untuk kategori ibu menyusui.

Siti Fatimah hanya memakan buah strawberry dan 5 potong tahu saja.

Sedangkan ayam dan nasinya dimakan anaknya, itupun tidak habis.

Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, ia merasakan nyeri pada bagian pundaknya.

"Makannya itu sekitar jam 11 siang. Nah pas jam 12 itu sakit pundak langsung minum air kelapa soalnya lagi rame keracunan. Malemnya malah lemes tapi enggak dirasa. Pagi masih lemes, langsung sekarang dibawa ke sini sama anak juga," kata Siti Fatimah.

Sebagai ibu menyusui, Siti Fatimah mengaku baru seminggu terakhir mendapatkan menu MBG program Presiden Prabowo Subianto ini.

Namun baru kali ini merasakan gejala keracunan. "Sebelumnya enggak ada kerasa apa-apa. Baru sekarang kaya gini," katanya.

Senasib juga dialami Siti Nuraeni (25), ibu menyusui lainnya asal Desa Neglasari, Cipongkor yang datang bersamaan dengan Siti Fatimah.

Ia mengaku mendapat jatah MBG, pada Rabu (24/9/2025) pada pukul 10.00 WIB. Menu yang ia santap, tak berbeda dengan hidangan para pelajar.

Dari menu yang ada, Siti Nuraeni mengaku hanya memakan strawberry.

Ia mengatakan saat mendapat makan tersebut, kondisinya pun baik. Tidak ada yang aneh atau bau tak sedap dari makanan tersebut.

Setelah ia memakan strawberry tersebut, malam harinya ia mulai merasakan nyeri dari perut. Di pagi hari tadi, Kamis (25/9/2025) sakit nyeri tersebut, bertambah dengan pusing dan mual.

Karena tak membaik, ia pun memanggil keluarganya yang tengah menjadi relawan di Posko Cipongkor, untuk dibawa ke posko.

"Saya sudah 8 kali dapat MBG. Alhamdullilahnya gak apa-apa. Udah enggak mau makan MBG lagi kapok," kata Siti Nuraeni. (net/abw)

Editor : Ayu Oktaviana
#Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #Menu MBG #relawan #presiden prabowo subianto #posko #bau tak sedap #Makan Bergizi Gratis #ibu menyusui #Kecamatan Cipongkor #keracunan