KORBAN meninggal dalam tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Senin (29/9/2025) terus bertambah.
Hingga Selasa siang (30/9/2025) jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang, dari sebelumnya hanya satu orang.
Satu santri dinyatakan meninggal dunia saat hari pertama pencarian, sedangkan dua santri lainnya dinyatakan meninggal dunia saat evakuasi hari kedua.
Tiga korban meninggal dunia adalah Maulana Affan Ibrahimafic, Mochammad Mashudul Haq, dan Muhammad Soleh.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengatakan tiga santri yang tewas dalam tragedi rubuhnya bangunan tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, wafat dalam keadaan syahid.
"Insyaallah, Iya (syahid). Ini kan tujuannya niat, apalagi anaknya ini kan anak-anak yang istilahnya masih anak kecil, malaikat-malaikat kecil yang terkubur di bawah reruntuhan tadi ya," tutur Menag Nasaruddin, Selasa (30/9).
Dikatakan Menag Nasaruddin, para santri yang terjebak dan meninggal dunia di lokasi syahid karena sedang menuntut ilmu di pondok pesantren, sehingga kepergiannya juga diyakini bagian dari syuhada.
"InsyaAllah mudah-mudahan menjemput kita nanti di pintu surga. Semoga kepergiannya (santri yang menjadi korban tragedi bangunan rubuh) adalah syuhada. Ini memberikan pelajaran bersama," tukas Menag Nasaruddin.
Sementara itu, hingga saat ini proses evakuasi dan pencarian korban tertimbun ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny masih terus berlangsung.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari mengatakan, proses evakuasi menunggu asesmen di bawah komando Basarnas.
Jika dinyatakan tak ada korban hidup, maka tahap selanjutnya adalah menggunakan alat berat untuk mengangkat jenazah yang tertimbun. (jpg/abw)
Editor : Ayu Oktaviana