DALAM video kunjungan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi ke kediaman eks dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim di Malang, terlihat bahwa Yai Mim terbuka menyampaikan bahwa ia sudah meminta maaf kepada Sahara dan suaminya Sofyan.
Namun, dibalik candaanya yang ia tebarkan, proses hukum laporan terhadap Sahara masih terus berlanjut, bahkan Yai Mim telah memukul gendering perang untuk melawan tetangganya, Sahara.
Agustian Anggi Siagian, selaku kuasa hukum Yai Mim mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya hukum terbaru.
“Laporan yang lama fokus ke ITE, kita akan ada pengembangan tindakan persekusi dan lainnya,” kata Agustian Anggi Siagian saat jumpa pers yang diadakan oleh Yai Mim dan diunggah melalui chanel YouTube MIM Ngaji Tasawuf.
Ia menyebut, memang sampai saat ini pihaknya tidak melakukan pencabutan terhadap laporan kepada Sahara.
“Artinya memaafkan urusan Yai Mim dengan Sahara, masalah hukum saya yang melanjutkan,” kata Anggi.
Sementara itu, Yai Mim mengatakan, bahwa kini ia memukul genderang perang kepada Sahara.
“Dalam rangka perang melawan Sahara, saya tunjuk panglima perang saya Agustian Anggi Siagian, karena Sahara sudah memukul genderang perang, maka saya juga pukul genderang perang,” tegas Yai Mim dalam jumpa pers. (abw)