DALAM video kunjungan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi ke kediaman eks dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim di Malang, terlihat bahwa Yai Mim terbuka menyampaikan bahwa ia sudah meminta maaf kepada Sahara dan suaminya Sofyan.
Namun, dibalik candaanya yang ia tebarkan, proses hukum laporan terhadap Sahara masih terus berlanjut, bahkan Yai Mim telah memukul genderang perang untuk melawan tetangganya, Sahara.
Yai Mim mengatakan, bahwa kini ia memukul genderang perang kepada Sahara, lantaran tetangganya itu terlebih dahulu sudah memukul genderang perang.
“Saya katakan jangan mundur, target perang adalah menang atau tidak kalah. Kalau kalah sementara kemudian mundur, cari strategi dan maju lagi supaya menang,” tegas
Yai Mim dalam jumpa pers melalui kanal YouTube MIM Ngaji Tasawuf.
Ia menyebut bahwa kalau dirinya mundur akan terjadi perang saudara.
“Kenapa? Kalau mundur aku akan dimusuhi oleh Aremania, kalau sampai Anggi mundur musuh saya ganti Aremania, kalau mba Sahara mundur dan cabut laporan maka musuhnya adalah MADAS,” tegasnya. (abw)
Editor : Ayu Oktaviana