BUNTUT panjang perseteruan mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Muslimin alias Yai Mim dengan tetangganya pengusaha rental Nurul Sahara berbuntut panjang.
Usai viral di media sosial, kini perseteruan itu berbuntut ke laporan polisi oleh keduanya.
Awalnya, Sahara telah melaporkan Yai Mim, hingga kini Yai Mim melawan dengan melaporkan balik.
Namun, tidak hanya Sahara yang dilaporkan, ada sejumlah orang yang turut dilaporkan oleh Yai Mim.
Kali ini, lima warga Perumahan Depag III Atas, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dilaporkan ke Polresta Malang Kota pada Selasa (7/10/2025).
Kuasa hukum Imam Muslimin, Agustian Siagian menyampaikan ada lima orang yang dilaporkan, termasuk pasangan suami istri Sahara dan M. Shofyan.
“Ada sekitar lima orang yang dilaporkan persekusi, itu termasuk Sahara dan suaminya ya,” ujar Agustian, Rabu (8/10/2025), mengutip Metro TV.
Agustian menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah bukti yang mendukung laporan itu.
Salah satunya berupa rekaman video yang diduga memperlihatkan aksi persekusi terhadap kliennya.
Selain itu, sejumlah saksi juga disiapkan untuk memperkuat laporan kepada penyidik.
“Persekusi yang jelas sudah masuk semua laporan. Saksi sudah kita siapkan. (Untuk alat bukti) itu nanti semua kita jelaskan saat pemeriksaan,” jelas Agustian.
Meski belum memerinci identitas lengkap para terlapor, Agustian menyebut selain Sahara dan Shofwan, ada pula perangkat kampung di lingkungan Perumahan Joyogrand Kavling Depag RT 09/RW 09 yang ikut dilaporkan.
“Saya laporkan siapa pemegang jabatan di situ (perangkat kampung RT/RW) yang persekusi,” ungkap Agustian.
Laporan ini menambah daftar panjang pengaduan hukum yang diajukan pihak Imam Muslimin.
Sebelumnya, ia juga melaporkan dugaan pencemaran nama baik terkait sejumlah konten TikTok dari akun @sahara_vibesssss.
“Itu konten-konten yang berisi ujaran kebencian, fitnah, dan lain sebagainya. Ada sekitar empat video. Salah satunya yang menuduh kiai cabul, terus menghasut mahasiswanya seolah-olah demo ke rumah Sahara,” pungkas Agustian. (net/abw)
Editor : Ayu Oktaviana