Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Puluhan Akun Medsos Dilaporkan, Diduga Fitnah dan Giring Ujaran Kebencian kepada Bahlil Lahadalia

Anisa Bahril Wahdah • Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:20 WIB
Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

KETUA Umum Golkar Bahlil Lahadalia diduga mendapat serangan oleh beberapa akun media sosial tentang persoalan di luar kinerjanya sebagai Menteri ESDM.

Merespon hal ini, Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) memberikan pembelaan terhadap Bahlil atas serangan fitnah dan ujaran kebencian.

Sebagai langkah hukum, AMPI membuat laporan kepada Bareskrim Polri dengan meminta tindakan tegas para netizen yang melakukan ujaran kebencian kepada Bahlil.

Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta mengatakan, sejumlah barang bukti sudah diberikan kepada penyidik Direktorat Siber Bareskrim. Dia berharap proses hukum bisa segera dijalankan.

"Kami ke sini tujuannya itu untuk melaporkan ada beberapa media yang mana di situ mensertakan nama ketua umum kami, dalam hal ini Menteri ESDM, Bapak Bahlil Lahadalia, Kebetulan beliau juga selaku pembina di DPP AMPI," kata Steven di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin malam (20/10/2025).

AMPI mencatat ada sekitar 30 akun media sosial yang terindikasi melakukan ujaran kebencian terhadap Bahlil.

Saat ini aduan tersebut telah diterima oleh penyidik Polri. Lebih lanjut, Steven menjelaskan, langkah hukum ini diambil AMPI bukan bentuk anti kritik.

Selain itu, tidak ada intruksi langsung dari Bahlil untuk membuat aduan.

“Biar efek jera lah kepada akun-akun tersebut yang mana tidak bisalah dibenarkan, menyampaikan sesuatu hal di media itu harus secara yang lebih objektif dan bijak," imbuhnya.

Salah satu unggahan yang sempat diungkap oleh Steven yakni foto Bahlil yang disandingkan dengan sesosok anak kecil. Lalu ditambahi keterangan tidak pantas. "Pak Prabowo kapan si jelek ini di reshuffle," tulis akun @kementerianbakuhantam.

Steven mengungkapkan bahwa AMPI tidak semata-mata membela Bahlil melainkan ingin memberikan pelajaran kepada publik agar lebih beretika dan bijak menggunakan media sosial.

"Kami terasa terpanggil, bahwa ya bukan kami aja ya, kepada masyarakat juga di luar sana, apabila ada melakukan hal yang tersebut, ya kami datang mencari keadilan. Tujuannya untuk apa? Untuk kasih efek jera," pungkasnya. (jpg/abw)

Editor : Ayu Oktaviana
#prabowo #ujaran kebencian #dpp ampi #bareskrim polri #efek jera #fitnah #bahlil lahadalia #menteri esdm