Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Titiek Soeharto Semprot Menhut Raja Juli Kena usai Tayangan Truk Pengangkut Kayu Besar Pascabencana

Agus Pramono • Jumat, 5 Desember 2025 | 08:49 WIB
Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto mendesak Menhut Raja Juli menindak pelaku ilLegal loggin.YOUTUBE/TVR PARLEMEN
Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto mendesak Menhut Raja Juli menindak pelaku ilLegal loggin.YOUTUBE/TVR PARLEMEN

BANJIR bandang dan tanah longsor di 3 provinsi di Pulau Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat menjadi sorotan nasional.

Banyak polemik-polemik yang begitu menyakiti hari rakyat. Hal yang menjadi sorotan adalah adanya kayu-kayu besar yang ikut larut.

Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto, menyampaikan kemarahan sekaligus kesedihannya atas temuan truk-truk pengangkut pohon berukuran besar yang melintas hanya dua hari setelah bencana banjir bandang melanda wilayah Sumatra.

Sikap tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi IV DPR bersama Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis, 4 Desember 2025.

Rapat tersebut diawali dengan pemutaran video sejumlah truk yang mengangkut kayu gelondongan berdiameter besar, yang kemudian memicu reaksi keras dari Titiek.

Titiek: Truk Pengangkut Kayu Setelah Banjir Menyakiti Hati Rakyat

Setelah video selesai diputar, Titiek tidak dapat menyembunyikan emosinya dan menyebut pemandangan truk-truk tersebut sebagai hal yang menyedihkan sekaligus memicu kemarahan publik.

Titiek juga menyebut bahwa aktivitas itu terjadi sesaat setelah bencana yang menimbulkan korban dan kerusakan besar.

“Terus terang saya sedih, miris, dan saya marah,” ujar Titiek.

Ketua Komisi IV DPR itu pun mempertanyakan bagaimana mungkin pohon berdiameter sekitar 1,5 meter itu bisa ditebang dan diangkut begitu saja di tengah situasi pascabencana.

“Ini manusia mana di Indonesia ini yang seenaknya aja bisa motong-motong kayu seperti itu?” tanyanya dalam forum tersebut.

Titiek juga menyoroti fakta bahwa truk-truk tersebut melintas di jalan raya hanya dua hari setelah banjir bandang terjadi.

Menurutnya, hal itu tidak hanya tidak sensitif terhadap bencana, tetapi juga terkesan mengejek masyarakat yang tengah berduka.

“Sungguh menyakitkan Pak Menteri, ini suatu kalau orang Jawa bilang ngece (mengejek), perusahaan ini mengejek gitu, baru kita kena bencana dia lewat di depan muka kita,” ucapnya.

Desakan agar Menteri Kehutanan Bertindak Tegas

Dalam kesempatan yang sama, Titiek Soeharto menegur Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan mendesaknya mengambil langkah tegas terhadap praktik penebangan pohon ilegal.

Menurut Titiek, tindakan seperti moratorium tidak cukup kuat untuk mencegah aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.

“Kami tidak mau hanya sekadar moratorium. Moratorium itu besok-besok bisa dihidupin lagi. Tapi dihentikan, enggak usah ada lagi itu pohon-pohon besar yang dipotong-potong,” tegasnya.

Baca Juga: Kalteng Berkaca dari Sumatra, Wagub Edy Pratowo Perintahkan Mitigasi Total Cegah Banjir dan Longsor

Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum harus diterapkan tanpa pandang bulu, termasuk bila ada pihak-pihak berpengaruh atau “berbintang” di balik praktik ilegal tersebut.

“Mau siapa kek itu di belakangnya, mau bintang-bintang kayak mau apa, kita tegakkan hukum yang seegak-tegaknya, siapapun itu,” ujar Titiek.

Mantan isteri Presiden Prabowo itu pun memastikan bahwa Komisi IV akan mendukung penuh langkah tegas Menteri Kehutanan dalam menindak pelaku penebangan liar.

“Ditindak aja Bapak, enggak usah takut-takut, kami di belakang Bapak,” pungkasnya.(*/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#Sumatra #titiek soeharto #komisi iv #kayu gelondongan #pascabencana #lingkungan #aktivitas ilegal #aceh #Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni #tanah longsor #banjir bandang