Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Waspada 'Predator' Berkedok Perhatian: Mengenal Child Grooming dan Cara Melindungi Buah Hati

Kiki KaltengPos • Senin, 12 Januari 2026 | 13:50 WIB
ILUSTRASI : Lindungi anak dari kejahatan
ILUSTRASI : Lindungi anak dari kejahatan

 

KALTENG POS - Belakangan ini, istilah child grooming ramai diperbincangkan di media sosial setelah beberapa figur publik mulai berani bersuara. Namun, apa sebenarnya child grooming itu? Mengapa praktiknya begitu sulit dideteksi, bahkan oleh orang tua sekalipun?

Apa Itu Child Grooming?

Child grooming adalah upaya yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membangun ikatan emosional dengan seorang anak (dan terkadang keluarganya) dengan tujuan akhir untuk mengeksploitasi, melecehkan, atau melakukan kekerasan seksual terhadap anak tersebut.

Berbeda dengan penculikan yang sifatnya paksaan fisik, grooming dilakukan dengan sangat halus. Pelaku memposisikan diri sebagai sosok yang baik, pelindung, atau teman curhat yang lebih mengerti si anak daripada orang tuanya sendiri.

Tahapan yang Sering Digunakan Pelaku:

1. Memilih Korban: Biasanya anak yang terlihat kesepian, kurang perhatian, atau sedang memiliki masalah.

2. Membangun Kepercayaan: Memberi hadiah, pujian berlebihan, atau bantuan terus-menerus.

3. Isolasi: Mulai menciptakan "rahasia" antara pelaku dan anak, sehingga anak merasa hanya pelaku yang bisa mempercayainya.

4. Normalisasi: Mulai memasukkan konten seksual secara perlahan dan menganggapnya sebagai tanda kasih sayang.

Dampak Psikologis yang Menghancurkan bagi Korban

Luka akibat grooming tidak hanya fisik, tetapi meninggalkan bekas mendalam di jiwa anak hingga mereka dewasa. Beberapa dampak psikologisnya antara lain:

Bagaimana Cara Melindungi Anak agar Tidak Menjadi Korban?

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah konkret yang bisa dilakukan orang tua dan orang dewasa di sekitar anak:

1. Ajarkan Body Autonomy (Anatomi Tubuh)
Sejak dini, ajarkan anak bagian tubuh mana yang bersifat pribadi dan tidak boleh disentuh oleh siapapun. Gunakan istilah medis yang benar agar anak tidak bingung.

2. Jangan Biasakan "Rahasia" dengan Orang Lain
Tanamkan pada anak bahwa tidak boleh ada rahasia antara mereka dan orang dewasa lain selain orang tua. Pelaku grooming sangat bergantung pada "rahasia" untuk melancarkan aksinya.

3. Jadilah Pendengar yang Aman
Pastikan anak merasa nyaman menceritakan apa pun kepada Anda tanpa takut dimarahi. Jika komunikasi terbuka, anak akan lebih mudah melapor saat ada orang dewasa yang bersikap aneh terhadap mereka.

4. Awasi Aktivitas Digital
Grooming kini banyak terjadi melalui game online atau media sosial. Pantau dengan siapa anak berinteraksi dan edukasi mereka untuk tidak memberikan informasi pribadi atau foto kepada orang asing di internet.

Child grooming adalah kejahatan yang terencana dan manipulatif. Kesadaran kita sebagai orang dewasa adalah benteng utama bagi keselamatan anak-anak.

Jangan abaikan insting Anda jika melihat ada orang dewasa yang memberikan perhatian "berlebihan" kepada anak kecil yang bukan anggota keluarganya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Aktivitas Digital #grooming #dampak psikologis #child grooming #penculikan #kepercayaan