ACEH TAMIANG – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatatkan diri sebagai wilayah pertama di Kalimantan yang mengantarkan langsung bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim dan diterima langsung oleh PMI Aceh Tamiang.
Ketua PMI Aceh Tamiang, Irwan Pane, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian khususnya PMI Kotim, yang menjadi daerah pertama dari Pulau Kalimantan yang menyalurkan bantuan secara langsung ke wilayahnya.
“Ini bantuan pertama dari Kalimantan yang sampai di Aceh Tamiang. Baru pertama, dan kami berharap akan menyusul bantuan-bantuan berikutnya dari Kalimantan yang lain,” ujarnya, Senin (13/1/2026)
Ia secara khusus mengapresiasi kehadiran langsung rombongan PMI Kotim yang dipimpin Ketua PMI Kotim Supian Hadi yang juga mantan Bupati Kotim itu. Selain itu, Wabup Kotim, Irawati juga hadir langsung mengantarkan bantuan. Menurut Irwan, kehadiran langsung pimpinan daerah menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap penderitaan warga terdampak banjir.
“Kabupaten Kotawaringin Timur ini luar biasa. Ketua PMI-nya langsung hadir, bersama rombongan, turun tangan langsung datang ke Aceh Tamiang untuk mendonasikan bantuan. Kami atas nama PMI Aceh Tamiang sangat terharu dan tidak tahu bagaimana membalasnya,” ucapnya.
Ia menjelaskan, banjir yang melanda Aceh Tamiang kali ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah. Debit air mencapai empat hingga lima meter dan merendam hampir seluruh wilayah, termasuk permukiman warga dan fasilitas umum.
“Biasanya banjir di sini satu sampai dua meter. Tapi sekarang sampai empat bahkan lima meter. Warga tidak sempat mengungsi karena hampir semua wilayah terendam. Dari 12 kecamatan, sekitar 90 persen terdampak banjir,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Terlebih, menjelang bulan Ramadan seperti ini membuat kebutuhan hunian sementara dan logistik menjadi sangat mendesak.
“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah hunian sementara, logistik makanan dan minuman, serta pakaian. Apalagi ini sudah mendekati Ramadan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PMI Kotim, Supian Hadi, menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil solidaritas masyarakat Kotawaringin Timur yang dihimpun melalui PMI. Ia menyebut bantuan ini bukan yang terakhir dan penggalangan dana akan terus dilakukan.
“Nanti penggalangan dana kita lanjutkan lagi. Kalau terkumpul, akan kita bawa lagi ke sini. Mudah-mudahan sebelum Ramadan bantuan berikutnya sudah bisa disalurkan,” ujar Supian Hadi.
Bantuan yang diberikan berupa mesin air, susu bayi dan anak, kurma, perlengkapan ibadah laki-laki dan perempuan, karpet, kelambu, pakaian dalam, peralatan kerja seperti cangkul dan sekop, air mineral, serta bantuan uang tunai.
Selain untuk Aceh Tamiang, PMI Kotim juga menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah lain yang terdampak bencana, termasuk pelayanan pengobatan gratis dan bantuan uang ke Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.
“Ini bentuk kepedulian masyarakat Kotim untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban mereka,” pungkas Supian Hadi. (sli)
Editor : Ayu Oktaviana