Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Gempa 5,5 Magnitudo Terjadi di Pacitan, Getarannya Dirasakan Sampai Yogyakarta dan Bali

Agus Pramono • Selasa, 27 Januari 2026 | 10:48 WIB

Pusat gempa di Pacitan.BMKG
Pusat gempa di Pacitan.BMKG
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Gempa bumi magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) sekira pukul 08.20 WIB. Pusat gempa berada di darat, berjarak 25 kilometer arah timur laut Pacitan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berada di kedalaman 105 kilometer dari permukaan laut, berada pada lokasi 8,14 LS dan 111,33 BT.

Gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Selain Pacitan juga Karangkates, Tulungagung, Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, Madiun.

Tak hanya itu, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto, Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Pasuruan, Semarang hingga Mataram.

Pada rilis terbaru BMKG, lokasi episentrum diperbarui dan dipastikan berada di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

Erwin menambahkan, wilayah Pacitan memang memiliki potensi gempa darat karena keberadaan Sesar Grindulu.

Berdasarkan pemetaan BMKG, sesar tersebut membentang dari wilayah Nogosari Kecamatan Ngadirojo, Wonosidi hingga Desa Kluwih Kecamatan Tulakan, Bungur, Jatigunung, ke arah barat hingga Donorojo.

Sementara itu, gempa kembali dirasakan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 27 Januari 2026. Getarannya dirasakan warga di wilayah Sleman hingga Bantul.

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono menjelaskan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,18° LS ; 111,33° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 24 km arah Tenggara Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 122 km.

BMKG menyebut, gempa ini dipicu aktivitas deformasi batuan dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). BMKG memastikan, gempa tidak berpotensi tsunami.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono.(ram)

Editor : Agus Pramono
#pusat gempa #bali #bmkg #gempa hari ini #Gempa Dirasakan #yogyakarta #Gempa Guncang Pacitan