Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Utang Whoosh Rp116 Triliun Dibayar Pakai APBN, Istana: Sedang Finalisasi Skema

Heron • Rabu, 11 Februari 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh menjadi sorotan karena persoalan utang. (RianAlfianto/JawaPos.com)
Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh menjadi sorotan karena persoalan utang. (RianAlfianto/JawaPos.com)

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM - Istana Kepresidenan memastikan pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nilai kewajiban yang harus diselesaikan mencapai Rp116 triliun, seiring membengkaknya biaya proyek strategis tersebut.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan komitmennya untuk melunasi utang proyek peninggalan era Presiden Joko Widodo itu. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan bahwa pelunasan pinjaman kepada kreditor akan menggunakan kas negara.

“Iya (pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN),” kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Namun demikian, Prasetyo menegaskan bahwa mekanisme teknis pembayaran masih dalam tahap pembahasan. Negosiasi pelunasan utang disebut akan dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.

“Laporan terakhir rapat di Danantara, masih ada tahap finalisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin juga menyampaikan bahwa persoalan pembayaran utang KCJB pada prinsipnya telah menemukan solusi. Pemerintah kini tengah merumuskan tata laksana atau mekanisme teknisnya.

“Sudah, sudah beres kan? Waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah, sudah beres,” ujar Bobby di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2).

Menurut Bobby, yang terpenting adalah substansi persoalan telah disepakati, sementara detail pelaksanaannya masih dalam perumusan oleh pemerintah.

Penyelesaian utang KCJB menjadi sorotan publik karena nilainya yang membengkak hingga Rp116 triliun. Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan menyusun skema pembayaran yang tidak membebani fiskal secara berlebihan, sekaligus menjaga kredibilitas proyek strategis nasional.

Presiden Prabowo disebut telah menginstruksikan jajaran menteri terkait untuk mencari skema terbaik dalam menyelesaikan kewajiban tersebut, termasuk merumuskan detail pembiayaan dan besaran angka yang harus ditanggung negara.

Keputusan penggunaan APBN untuk pelunasan utang Whoosh dipastikan akan menjadi perbincangan luas, terutama terkait dampaknya terhadap kondisi keuangan negara dan prioritas belanja pemerintah ke depan.

Editor : Ayu Oktaviana
#utang KCJB #Danantara #Rosan Perkasa Roeslani #pelunasan utang Whoosh #pelunasan utang #Prasetyo Hadi #Proyek Strategis Nasional #presiden joko widodo #utang proyek #WHOOSH #proyek strategis #Kereta Cepat Jakarta Bandung #kondisi keuangan negara