Prabowo Bawa Komitmen Investasi Rp575 Triliun dari Jepang dan Korsel

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 4 April 2026 | 16:30 WIB
Presiden Prabowo saat kunjungan ke Korsel. SETPRES
Presiden Prabowo saat kunjungan ke Korsel. SETPRES

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi jumbo yang mencapai sekitar Rp575 triliun. 

Nilai tersebut menjadi salah satu capaian terbesar dalam upaya menarik investasi strategis dari mitra utama di Asia.

Baca Juga: MBG Baru Datang saat Sekolah Sudah Bubar, Wali Murid SD di Gresik Ini Ungkap Banyak Makanan yang Tak Diambil 

Mengutip dari berbagai sumber, total investasi itu merupakan akumulasi dari kerja sama bisnis yang terjalin selama rangkaian agenda di dua negara tersebut. Jepang menjadi penyumbang terbesar dengan nilai komitmen mencapai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp401,7 triliun.

Sementara itu, Korea Selatan turut memberikan kontribusi signifikan dengan komitmen investasi sebesar 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp174 triliun. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga industri masa depan.

“Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp 575 triliun,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Di Jepang, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan dengan Kaisar Jepang dan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang. Selain itu, forum bisnis Indonesia–Jepang menjadi momen krusial yang mempertemukan pemerintah dengan investor dan pelaku industri.

Baca Juga: Kebijakan BBM Full Tank Dinilai Efektif Tekan Konsumsi, Ekonom Soroti Dampak ke APBN dan Gaya Hidup

Dari forum tersebut, komitmen investasi besar berhasil diamankan, dengan fokus kerja sama pada sektor energi, investasi, hingga ekonomi digital yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

Agenda kemudian berlanjut ke Korea Selatan, di mana Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat memperluas kerja sama lintas sektor.

Selain itu, Presiden juga menyaksikan penandatanganan dan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai bidang strategis.

“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya.

Baca Juga: Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan, Berikut Sektor yang Dikecualikan

Besarnya nilai komitmen investasi ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap Indonesia, meskipun situasi global tengah diwarnai ketidakpastian.

Pemerintah memastikan akan mengawal seluruh komitmen tersebut agar dapat segera direalisasikan. Investasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Presiden Prabowo sendiri telah kembali ke Indonesia pada Kamis dini hari setelah menuntaskan kunjungan tersebut, dengan membawa hasil yang menjadi sorotan dalam penguatan ekonomi nasional. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
korea selatan prabowo subianto kesejahteraan masyarakat investasi ekonomi nasional