Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Prabowo Blak-Blakan Soal Dugaan Bekingan Aparat: Kalau Nggak Hijau, Ya Coklat

Agus Pramono • Rabu, 20 Mei 2026 | 16:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan leringatan keras terhadap para pejabat yang main-main dalam bekerja. Presden menilai, teknologi yang ada sekarang membuat para pejabat tak bisa bersembunyi. 

Namun, aksi nakal para pejabat itu masih bisa ditutupi oleh oknum berwenang. Secara blak-blakan, Prabowo menyebut para pelaku kerap mendapat perlindungan dari oknum aparat berseragam.

“Tapi biasanya mereka-mereka itu ada bekingnya. Bekingnya biasanya seragamnya kalau nggak hijau ya coklat,” katanya saat memberikan pidato dalam rapat paripurna DPR RI ke-19 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pernyataan itu langsung membuat sorak sorai yang hadir karena menyinggung warna seragam yang identik dengan institusi aparat negara. 

Namun sebagai mantan prajurit, Prabowo menegaskan dirinya tidak akan ragu menindak oknum yang mencoreng nama institusi.

“Saya sebagai alumni, saya nggak ragu-ragu. Jangan mencemarkan TNI dan Polri. TNI dan Polri adalah milik rakyat,” katanya.

Menurut Prabowo, saat ini pengawasan publik semakin kuat karena masyarakat sudah memiliki akses teknologi yang luas.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung pejabat yang masih nekat melakukan korupsi meski teknologi pengawasan pemerintah semakin canggih.

“Saya sedih sekarang kalau ada pejabat yang masih suka korupsi. Cepat ketahuan,” katanya.

Ia bahkan mengklaim pemerintah kini mampu mendeteksi berbagai praktik tersembunyi dengan teknologi modern.

“Sekarang ada teknologi, ada radar, kita bisa lihat bawah tanah. Saudara-saudara yang punya bunker-bunker akan ketahuan juga,” tandasnya.

Prabowo mengingatkan bahwa mayoritas aparatur negara sebenarnya bekerja dengan baik. Namun segelintir oknum dinilai mampu merusak citra seluruh institusi.

“Saya yakin sebagian ASN kita baik. Yang tidak baik sedikit. Tapi nenek moyang kita sudah mengingatkan, nila setitik rusak susu sebelanga,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#dpr ri #prabowo subianto #korupsi #rapat paripurna