KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat ikut mengawasi perilaku aparat dan pejabat di lapangan. Ia bahkan secara terbuka meminta warga merekam jika menemukan tindakan aparat yang menyimpang.
“Kalau ada kelakuan aparat yang tidak beres, saya minta video. Jangan kau melawan. Video aja, lapor langsung ke saya,” ujarnya saat memberikan pidato dalam rapat paripurna DPR RI ke-19 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Prabowo Blak-Blakan Soal Dugaan Bekingan Aparat: Kalau Nggak Hijau, Ya Coklat
Pernyataan itu menjadi sinyal keras bahwa pemerintah ingin pengawasan publik diperkuat di tengah upaya membersihkan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Prabowo menilai saat ini masyarakat sudah memiliki akses teknologi yang memadai untuk ikut mengontrol jalannya pemerintahan. Menurutnya, era pejabat bisa bergerak diam-diam tanpa pengawasan sudah berakhir.
“Rakyat kita punya gadget semua,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung adanya dugaan oknum aparat yang menjadi pelindung praktik-praktik ilegal.
Ia menyebut para pelaku penyimpangan kerap memiliki “beking” dari aparat tertentu.
“Tapi biasanya mereka-mereka itu ada bekingnya. Bekingnya biasanya seragamnya kalau nggak hijau ya coklat,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Pasang Target Besar: Ekonomi RI Dipacu 6,5 Persen, Kemiskinan dan Pengangguran Harus Tumbang
Meski begitu, Prabowo menegaskan dirinya tidak akan ragu menindak siapa pun yang mencoreng institusi negara, termasuk TNI dan Polri.
“Jangan mencemarkan TNI dan Polri. TNI dan Polri adalah milik rakyat. Harus berjuang untuk rakyat,” tegasnya.
Tak hanya aparat, Presiden juga menyoroti pejabat dan ASN yang masih nekat melakukan korupsi di tengah kemajuan teknologi pengawasan pemerintah.
“Saya sedih sekarang kalau ada pejabat yang masih suka korupsi. Cepat ketahuan,” ucapnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana