Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Usai Dugaan Skandal Konferensi Denmark Viral, Rifaldy dan Tim Akhirnya Buka Suara

Miftahul Ilma • Rabu, 27 Mei 2026 | 13:30 WIB
Klarifikasi skandal konferensi di Denmark
Klarifikasi skandal konferensi di Denmark

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Polemik dugaan pemalsuan identitas dan fabrikasi riset yang menyeret nama sejumlah peserta asal Indonesia dalam ajang International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Denmark terus menjadi sorotan publik.

Setelah ramai dibahas di media sosial dan memicu gelombang kritik dari kalangan akademisi hingga netizen, salah satu nama yang disebut dalam kasus tersebut, Rifaldy Fajar akhirnya memberikan klarifikasi. Tulisan itu beredar di media sosial, Rabu (27/5/2026). 

Baca Juga: Skandal Ilmuwan Gadungan Indonesia Gegerkan Konferensi Dunia di Denmark, Diduga Pakai AI dan Ganti Identitas

Melalui pernyataan tertulis yang beredar di media sosial, Rifaldy mengaku mewakili timnya untuk menyampaikan penjelasan terkait kasus yang viral tersebut.

Berikut isi klarifikasi lengkap yang disampaikan Rifaldy:

“Assalamualaikum teman-teman semua,
Saya Rifaldy, yang mewakili teman-teman tim yang saat ini sedang berkaitan dengan informasi yang tengah viral.

Saya sebenarnya berniat untuk meluruskan dan memberikan klarifikasi terkait semua ini setelah adanya rangkaian story dari akun sebelah.

Namun sebelum kami sempat memberikan penjelasan, kembali muncul tindakan lanjutan yang justru semakin memperburuk keadaan dan sangat memengaruhi mental kami.

Situasi ini juga sudah membawa arus netizen yang menurut saya tidak lagi bijak dalam menyikapi permasalahan.

Bahkan, semua akun-akun media sosial milik teman kami, Prihantini, sampai diretas oleh netizen sehingga saat ini sudah tidak dapat digunakan sama sekali. Kami juga tidak mengetahui apabila nantinya akun tersebut disalahgunakan oleh pihak tertentu. Kondisi ini tentu membuat kami sangat terpukul dan tertekan secara mental.

Kami menyayangkan karena hingga saat ini belum ada upaya tabayyun atau klarifikasi langsung kepada kami sebelum semuanya disebarkan secara luas ke publik.

Kami mohon kepada semua pihak untuk dapat menyikapi persoalan ini dengan lebih bijak, tidak melakukan serangan personal, dan tidak menggiring kebencian yang dapat merugikan pihak lain secara mental maupun privasi.

Terima kasih banyak.
Tertanda,
Rifaldy and Team.”

Sebelumnya, dunia akademik Indonesia digegerkan dengan dugaan pemalsuan identitas dan fabrikasi riset dalam konferensi ilmiah ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark.

Kasus tersebut viral setelah sejumlah peserta konferensi menemukan berbagai kejanggalan dalam presentasi kelompok asal Indonesia, mulai dari dugaan penggunaan identitas berbeda hingga data penelitian yang disebut dihasilkan menggunakan artificial intelligence (AI).

Beberapa akun media sosial yang membahas kasus itu juga menyoroti dugaan penggunaan lokasi riset lintas negara tanpa kolaborator lokal maupun penjelasan etik penelitian yang jelas.

Kasus tersebut memicu kekhawatiran luas karena dinilai berpotensi mencoreng nama akademisi Indonesia di mata dunia internasional. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#konferensi ilmiah #pemalsuan identitas #ISPPD #akademik #artificial intelligence (AI)